Penggunaan drone untuk gedung tinggi dan kawasan hutan turut menjadi pembahasan. Begitu pula pemanfaatan sensor pintar dan AI untuk mendeteksi serta mencegah kebakaran.
Hari Ketiga Fokus Aksi Kemanusiaan dan Keselamatan Maritim
Pada hari terakhir, Jumat (14/8), agenda EDRR Indonesia 2026 diarahkan pada aksi kemanusiaan, keselamatan wilayah laut, serta pelatihan praktis.
Bekerja sama dengan UN-OCHA, EDRR menggelar peringatan World Humanitarian Day.
Selain itu, terdapat pelatihan basic life support dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan serta pelatihan CPR atau resusitasi jantung paru yang digelar bersama MER-C Indonesia.
Di panggung utama, Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan membahas sejumlah isu terkait keselamatan dan penanganan kondisi darurat di wilayah kepulauan Indonesia.
Topik yang diangkat antara lain pembaruan sistem pencarian dan pertolongan (SAR) nasional, aturan ruang udara untuk drone pengangkut logistik darurat ke pulau-pulau terluar, teknologi kapal penyelamat, hingga pemanfaatan energi ramah lingkungan pada transportasi laut.
Selain konferensi, seminar, dan forum diskusi, EDRR Indonesia 2026 juga menghadirkan program Business Matching yang berlangsung sepanjang tiga hari pameran.
Program ini mempertemukan penyedia teknologi, produsen peralatan keselamatan, instansi pemerintah, serta pelaku industri kebencanaan dari dalam dan luar negeri.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja sama, mulai dari investasi, alih teknologi, hingga pengadaan solusi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Dengan rangkaian agenda tersebut, EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi etalase teknologi kebencanaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai pihak untuk membahas kebutuhan nyata di lapangan dan mencari solusi bersama.



