Kepala Pelatih Pelatnas PBSI, Eng Hian menyebut persiapan yang dijalani jelang Asian Games 2026 lebih baik dibanding sebelumnya, termasuk program latihan, program periodesasi dan mengatur jadwal turnamen yang diikuti para atlet dalam rangka persiapan. Kondisi ini membuat PBSI optimistis mampu memberikan prestasi yang lebih baik lagi.
“Sesuai hasil dari diskusi tim review kemenpora, hasilnya satu medali emas. Tadi sudah disampaikan oleh Pak CdM, peluang ada di beregu putra. Dari hasil turnamen terakhir ganda putra menunjukkan grafik yang sangat baik, jadi probability medali dari dua sektor ini, meskipun tidak menutup kemungkinan ada dari sektor lain, seperti tunggal putra,” jelas Eng Hian.
Optimisme serupa juga terpancar dari tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, yang saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi rangkaian turnamen besar sebelum Asian Games. Meski memilih fokus pada agenda terdekat, Alwi menegaskan setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
“Saya tidak memikirkan peak di mana. Setiap saya tampil, saya membela negara. Jadi setiap turnamen yang ada di depan, saya hadapi dan saya all out. Saya selalu berusaha hadir di momen sekarang dan fokus pada apa yang ada di depan saya,” kata Alwi yang turut membawa Tim Indonesia meraih medali emas nomor team beregu putra bulutangkis di SEA Games Thailand 2025 lalu.
Buat pebulutangkis berusia 21 tahun itu, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bakal jadi debut penampilannya di multievent olahraga terbesar di Asia. Ia mengaku juga semakin percaya diri tampil di multievent berkat perkembangan performanya sepanjang musim ini, terutama usai meraih medali emas di SEA Games lalu.
“Pastinya kepercayaan diri saya lebih besar. Saya sangat mempersiapkan diri untuk bisa tampil maksimal. Bagaimanapun hasilnya nanti, saya tidak ingin menyesal karena dalam latihan saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya,” tutup Alwi.


