JAKARTA – Komika sekaligus podcaster ternama, Pandji Pragiwaksono, mengaku masih menyimpan kekecewaan mendalam terhadap kelompok pendukung Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang menurutnya telah mengganggu pertunjukan stand-up comedy miliknya di Samarinda beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui kanal media sosialnya, Pandji menegaskan dirinya belum dapat memaafkan tindakan sejumlah pendukung Rudy Mas’ud yang disebut berulang kali menginterupsi jalannya pertunjukan sejak awal hingga akhir acara.
“Saya masih tidak bisa memaafkan pendukung Rudy Mas’ud yang kemarin mengganggu pertunjukan saya. Orang datang ingin menonton saya, tetapi mereka mengganggu pertunjukan dari awal sampai akhir dan saya tidak bisa menerima itu,” ujar Pandji dalam sebuah video yang dilihat Holopis.com, Rabu (24/6/2026).
Menurut Pandji, persoalan tersebut telah berubah menjadi masalah yang bersifat personal baginya. Bahkan, pengalaman itu disebut telah melahirkan tekad baru untuk lebih sering mengangkat isu terkait keluarga dan dinasti politik Mas’ud dalam karya-karya komedinya ke depan.
“Sekarang ini sudah sangat personal. Ini membuat saya punya misi tersendiri untuk lebih sering mengangkat dinasti Mas’ud dalam karya-karya saya, dan bukan dalam konteks yang positif,” katanya.
Meski membuka kemungkinan menerima permintaan maaf dari pihak-pihak yang terlibat, Pandji menegaskan bahwa penerimaan permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kemarahannya atas insiden tersebut.
“Mungkin nanti akan ada yang meminta maaf dan saya terima permintaan maafnya. Tetapi meminta maaf adalah satu hal, sementara dendam kesumat saya adalah hal yang lain. Ada hal yang akan saya lakukan,” ujarnya.
Pernyataan Pandji tersebut kembali memanaskan polemik yang sebelumnya muncul usai pertunjukan stand-up comedy bertajuk Kaltim Paradox di Samarinda. Dalam sejumlah keterangannya, Pandji mengaku penampilannya beberapa kali disela teriakan yang diduga berasal dari pendukung Rudy Mas’ud. Gangguan itu disebut tidak hanya terjadi saat dirinya tampil, tetapi juga ketika komika lain sedang berada di atas panggung.
Pandji menilai tindakan tersebut mengganggu pengalaman penonton yang datang untuk menikmati pertunjukan komedi. Ia juga membantah anggapan bahwa materi kritik yang dibawakannya terhadap sejumlah isu di Kalimantan Timur dikurangi akibat tekanan pihak tertentu.
Berawal dari Pertunjukan “Kaltim Paradox”
Sebagai informasi, pertunjukan Kaltim Paradox digelar di Samarinda pada pertengahan Juni 2026 dan menjadi salah satu panggung yang banyak menyoroti berbagai isu sosial serta politik di Kalimantan Timur. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji membawakan materi yang menyinggung sejumlah fenomena publik di daerah, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan kepemimpinan daerah dan dinasti politik.
Nama Rudy Mas’ud sendiri sebelumnya beberapa kali menjadi sorotan publik terkait berbagai polemik kebijakan di Kalimantan Timur serta pembahasan mengenai dominasi keluarga Mas’ud dalam sejumlah posisi politik di daerah tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Rudy Mas’ud maupun kelompok pendukungnya terkait pernyataan terbaru Pandji Pragiwaksono tersebut.

