“Masa depan hutan Indonesia tidak ditentukan oleh apa yang kita diskusikan hari ini, tetapi oleh apa yang kita lakukan setelah keluar dari ruangan ini. Karena itu, saya berharap Genries mampu menjadi generasi yang berani menawarkan solusi dan mewujudkannya dalam aksi nyata,” kata Luckmi, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Salah satu agenda utama dalam summit adalah Forest Innovation Pitching: Ideas Into Action. Pada sesi ini, peserta terpilih berbagi pengalaman, pembelajaran, aksi nyata, serta harapan mereka terhadap masa depan pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan suara, perspektif, dan kontribusinya dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari.
Melalui Forest Youthverse Summit 2026, Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan bersama Balai P2SDM Wilayah I Pematangsiantar menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga masa depan hutan Indonesia. Dengan bekal pengetahuan, pengalaman lapangan, jejaring, dan komitmen yang telah dibangun selama program berlangsung, para Genries diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut menjaga hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Forest Youthverse Summit merupakan puncak rangkaian program Forest Youthverse Wilayah I yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui mentoring dan coaching class pada 8–10 Juni 2026. Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara mengikuti kegiatan ini setelah melalui proses pembelajaran dan seleksi selama mentoring class.

