Dadan Hindayana Cs Diduga Raup Miliaran per Hari dari Dapur MBG, Netizen: Pantesan Pura-Pura Tuli Soal Keracunan!

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM– Dadan Hindayana diduga raup miliaran per hari dari dapur MBG, netizen geram dan menuding sikapnya pura-pura tuli soal kasus keracunan.

Kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memanas dan jadi sorotan publik.

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana bersama dua eks wakilnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, kini terseret dugaan praktik “panen uang” dari pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap adanya dugaan pengaturan dalam proses verifikasi mitra dapur MBG yang membuat sejumlah yayasan terafiliasi dengan para tersangka bisa lolos seleksi.

Tak main-main, yayasan tersebut disebut menerima insentif hingga miliaran rupiah per hari.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan bahwa program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang benar-benar memenuhi syarat dan terhubung dengan sekolah penerima manfaat.

Namun dalam praktiknya, ditemukan dugaan manipulasi pada sistem verifikasi portal mitra BGN.

Yayasan tertentu yang tidak memenuhi kriteria tetap bisa lolos karena adanya “atensi” dari pihak internal.

“Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka,” ujar Syarief dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2026).

Lebih jauh, Kejagung menyebut yayasan yang terhubung dengan para tersangka justru mendapat keuntungan besar dari proyek dapur MBG.

Aliran dana insentif disebut mencapai miliaran rupiah setiap hari.

“Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP,” jelas Syarief.

Dugaan ini menjadi dasar penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, penyidik menemukan cukup bukti keterlibatan mereka dalam pengaturan proyek SPPG yang seharusnya berjalan transparan.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Penyidik menegaskan kasus ini berkaitan dengan dugaan kerugian keuangan negara akibat pengaturan proyek yang tidak sesuai prosedur.

Syarief juga menambahkan bahwa proses pembangunan titik SPPG yang semestinya berbasis kebutuhan sekolah justru banyak dikuasai yayasan yang memiliki keterkaitan dengan para pejabat tersebut.

“Pengaturan verifikasi (pembangunan SPPG) pada portal BGN atas adanya atensi dari tersangka,” katanya menegaskan.

Kasus ini langsung memicu reaksi keras dari warganet.

Di media sosial, banyak yang menyoroti dugaan keuntungan fantastis yang diraup para tersangka di tengah isu keracunan dan masalah distribusi makanan MBG di beberapa daerah.

“Pantesan selama ini kayak pura-pura nggak denger soal kasus keracunan, ternyata ada permainan sebesar ini di belakang,” tulis seorang netizen di platform X.

Komentar lain juga tak kalah pedas, menyebut bahwa kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan program bantuan pangan.

“Kalau sudah miliaran per hari begini, wajar aja banyak yang ditutup-tutupi. Yang kena dampak kan masyarakat kecil,” tulis akun lainnya.

Bahkan ada yang menilai kasus ini bisa menjadi salah satu skandal terbesar di sektor program gizi nasional jika terbukti di pengadilan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah.

Namun, kasus ini justru membuka dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan dalam proses distribusi dan pengelolaan dapur SPPG.

Kejagung memastikan penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka bisa bertambah seiring pendalaman kasus.

Sementara itu, publik kini menunggu langkah lanjutan aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas dugaan korupsi yang disebut-sebut merugikan keuangan negara dalam jumlah besar tersebut.

Kasus ini pun menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena nominal keuntungan yang fantastis, tetapi juga karena menyangkut program yang berdampak langsung pada masyarakat luas.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU