Terjebak di Perlintasan Kereta, KNKT Sebut Driver Salah Pindah Gigi ke Netral dan Tekan Gas Berkali-Kali

0 Shares

JAKARTA, Holopis.comKNKT ungkap fakta awal kecelakaan Bekasi dimana taksi tak error, driver salah pindah gigi ke netral dan tetap tekan gas di rel.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil awal investigasi kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL Commuter Line, taksi listrik, dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.

Dalam temuan tersebut, KNKT menyatakan tidak ditemukan gangguan teknis pada kendaraan sebelum insiden terjadi.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, data sistem kendaraan menunjukkan taksi listrik dalam kondisi normal sebelum kecelakaan.

Tidak ada indikasi error yang terekam pada sistem satu jam sebelum kejadian.

“Tidak terdapat rekaman gangguan sistem pada kendaraan sebelum insiden,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi V DPR RI.

- Advertisement -

Dari hasil analisis, kendaraan awalnya melaju normal dengan transmisi di posisi “D” atau drive dan kecepatan sekitar 15 km/jam.

Namun, saat melintasi jalan menurun, transmisi berubah ke posisi “N” atau netral.

Akibatnya, mobil kehilangan tenaga dorong mesin dan hanya meluncur dengan kecepatan rendah di kisaran 3–7 km/jam.

KNKT menilai perubahan posisi transmisi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat kendaraan tidak dapat dikendalikan dengan baik di jalur tersebut.

Dalam kondisi sudah berada di area perlintasan kereta, pengemudi disebut berulang kali menekan pedal gas hingga puluhan persen.

Namun, kendaraan tetap tidak bergerak karena posisi transmisi berada di netral.

“Meski pedal gas ditekan hingga lebih dari 50 persen, kendaraan tidak merespons karena tidak berada pada posisi penggerak,” kata KNKT.

Situasi semakin rumit ketika transmisi sempat berpindah ke posisi “D”, tetapi pengemudi tidak langsung memberikan akselerasi.

Tak lama setelah itu, posisi transmisi kembali berubah ke “P” atau parkir sehingga kendaraan benar-benar tidak dapat bergerak.

KNKT juga menyoroti aspek sumber daya manusia dalam insiden ini.

Pengemudi diketahui baru bekerja selama tiga hari setelah direkrut melalui bursa kerja.

Pelatihan yang diberikan disebut hanya sebatas pengenalan dasar kendaraan, seperti cara menyalakan mobil, fungsi transmisi, serta penggunaan sabuk pengaman, tanpa pembekalan teknis lebih dalam.

Hal ini dinilai berpengaruh pada kemampuan pengemudi dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

Peristiwa terjadi di perlintasan sebidang JPL 85 kawasan Bekasi Timur.

Taksi listrik berhenti di jalur rel hingga kemudian tertemper KRL rute Bekasi–Cikarang.

Setelah itu, rangkaian KRL sempat berhenti di Stasiun Bekasi Timur sebelum akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.

Insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa sebanyak 15 orang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

KNKT masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap faktor lain yang turut berkontribusi dalam kecelakaan tersebut, termasuk aspek prosedur operasional dan keselamatan di lokasi kejadian.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU