“Kami juga melihat kolaborasi ini sebagai langkah konkret Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan global dalam isu Safe Sport dan pemberdayaan perempuan melalui olahraga,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GGI, Shin Koyamada, menyampaikan apresiasinya atas langkah progresif Indonesia dalam membangun kolaborasi global di sektor olahraga berbasis pemberdayaan perempuan.
“Kami sangat terhormat bahwa Komite Olimpiade Indonesia menjadi Komite Olimpiade Nasional pertama di dunia yang secara resmi bergabung dengan Guardian Girls International. Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama yang membangun kemitraan seperti ini dengan GGI. Kolaborasi ini mencerminkan kepemimpinan dan komitmen Indonesia dalam mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan, kepemimpinan, serta Safe Sport melalui olahraga dan kerja sama internasional,” jelas Koyamada.
Kesepakatan ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan federasi olahraga nasional di bawah Guardian Girls Indonesia (GGNC Indonesia), bersama mitra strategis seperti badan PBB, organisasi perempuan, perwakilan diplomatik, kementerian pemerintah, institusi pendidikan, serta organisasi masyarakat sipil dalam implementasi program Guardian Girls, termasuk :
- Guardian Girls Karate (GGK)
- Guardian Girls Judo (GGJ)
- Guardian Girls Ju-Jitsu (GGJJ)
- Guardian Girls Aikido (GGA)
- Guardian Girls Vovinam (GGV)
- Guardian Girls Pencak Silat (GGPS)
Penandatanganan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam gerakan global Guardian Girls, sekaligus menghadirkan model kolaborasi internasional baru antara Komite Olimpiade Nasional dan inisiatif pemberdayaan perempuan berbasis olahraga.
Tentang Guardian Girls International
Guardian Girls International (GGI) adalah organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada promosi kesetaraan gender, perlindungan (safeguarding), kepemimpinan, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan melalui olahraga, pendidikan, dialog, dan keterlibatan komunitas. GGI bekerja sama secara global dengan pemerintah, badan PBB, federasi internasional, kedutaan besar, LSM, dan komunitas lokal untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.


