“Prestasi tidak hanya dibangun dari aspek teknik dan fisik, tetapi juga dari rasa aman dan nyaman atlet. Kehadiran safeguarding dari NOC Indonesia di Kejurnas ini menjadi langkah positif untuk memastikan pembinaan berjalan secara holistik, melindungi atlet sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem olahraga,” ungkap Wisnu.
Melalui inisiatif ini, NOC Indonesia berharap kehadiran safeguarding di Kejurnas Akuatik dapat menjadi model awal yang menginspirasi cabang olahraga lainnya untuk menghadirkan pendekatan serupa dalam setiap kompetisi. Ke depan, safeguarding diharapkan tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi budaya yang tertanam kuat dalam setiap level pembinaan olahraga di Indonesia.
Sepanjangan 2026, safeguarding NOC Indonesia juga telah hadir untuk memberikan edukasi di Rapat Kerja Nasional Pengurus Besar Taekwondo Indonesia dan Kejuaraan Nasional Gymnastic. Dengan dimulainya langkah ini, NOC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya lingkungan olahraga yang menjunjung tinggi nilai respect, safety, dan dignity bagi seluruh insan olahraga Indonesia.


