HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Magang Nasional 2025 terus menunjukkan dampak positif bagi dunia kerja di Indonesia. Tahap pertama program ini resmi ditutup pada 24 April 2026 setelah berjalan selama enam bulan, dengan capaian ribuan peserta yang ikut serta.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, total peserta tahap pertama mencapai 16.112 orang.
Dari jumlah tersebut, 11.949 peserta berhasil menyelesaikan program hingga akhir, sementara 4.163 peserta mengundurkan diri di tengah jalan.
Program ini tidak hanya melibatkan peserta, tetapi juga dukungan besar dari dunia industri. Tercatat sebanyak 1.185 perusahaan ikut ambil bagian dalam pelaksanaan magang nasional ini.
Kehadiran perusahaan-perusahaan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan langsung dunia kerja, sekaligus meningkatkan keterampilan praktis yang dibutuhkan di industri.
Tembus 100 Ribu Peserta Secara Nasional
Secara keseluruhan, Program Magang Nasional 2025 telah menjangkau 102.696 peserta dari berbagai tahap pelaksanaan.
Rinciannya:
- Tahap IA: 14.952 peserta
- Tahap IB: 1.160 peserta
- Tahap II: 62.128 peserta
- Tahap III: 24.456 peserta
Capaian ini menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk meningkatkan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja.
Program ini dinilai memberikan banyak manfaat, mulai dari meningkatkan keterampilan kerja lulusan baru, memberikan pengalaman industri, hingga memperluas jaringan profesional.
Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran terbuka. Data menunjukkan tingkat pengangguran pada November 2025 berada di angka 4,74 persen, turun dibandingkan sebelumnya.
Pemerintah Siapkan Langkah Lanjutan
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan ke depan. “Berdasarkan pemantauan yang kita lakukan, respons dari kementerian, lembaga, dan perusahaan sangat baik. Manfaatkan kesempatan ini untuk sukses di masa yang akan datang,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah berencana:
- Menambah kuota program magang nasional 2026–2027
- Memperluas jangkauan peserta ke lebih banyak daerah
- Meningkatkan kolaborasi dengan industri
Langkah ini diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di masa depan.


