HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dalam empat seri awal MotoGP 2026, Yamaha belum mampu menembus posisi 10 besar. Hasil terbaik justru hanya finis ke-14 yang diraih Quartararo di MotoGP Thailand dan MotoGP Spanyol.
Kondisi ini membuat Yamaha terjebak di papan bawah klasemen konstruktor. Tim satelit Pramac Yamaha bahkan baru mengoleksi satu poin, sementara tim pabrikan hanya mengantongi 14 poin.
Upaya perbaikan terus dilakukan dengan menggelar tes di Tes MotoGP Jerez, sehari setelah balapan di Spanyol. Dalam sesi tersebut, Quartararo mencatat waktu 1 menit 36,477 detik dan menempati posisi ketujuh.
Namun, hasil tersebut belum cukup membuatnya puas.
“Kami menguji banyak hal hari ini: rangka, lengan ayun, elektronik, dan aerodinamika, yang sebenarnya sudah kami uji selama akhir pekan balapan,” kata Quartararo seperti dikabarkan GP One yang dikutip Holopis.com, Selasa (28/4/2026).
Masih Banyak PR untuk Yamaha
Quartararo mengungkapkan bahwa timnya memang menemukan sedikit peningkatan, tetapi belum berdampak besar terhadap performa motor secara keseluruhan.
“Sayangnya, kami tidak menemukan peningkatan yang signifikan. Namun, pada bagian elektronik, kami bekerja sangat keras. Sepertinya kami telah menemukan sedikit lebih banyak kepercayaan diri pada bagian depan motor (front end). Ini bukan peningkatan nyata dalam hal performa, melainkan sebuah sensasi berkendara yang bisa membantu kami. Meski begitu, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar pembalap berjuluk El Diablo tersebut.
Meski hasilnya belum memuaskan, Yamaha tetap berusaha mencari solusi agar bisa kembali bersaing di papan atas. Pengembangan di sektor elektronik dan feeling motor menjadi fokus utama tim saat ini.
Jika tidak segera menemukan solusi, Yamaha berpotensi terus tertinggal dari rival-rivalnya di musim 2026.

