Tradisi Sakral Seba Baduy 2026 Dimulai, Ini Rangkaian Acara dari Awal Hingga Penutupan

0 Shares

HOLOPIS.COM, SerangSeba Baduy 2026 resmi digelar di Serang dengan rangkaian acara adat sakral dari diskusi budaya hingga ritual penutupan penuh makna.

Tradisi budaya Seba Baduy 2026 resmi digelar dan kembali menjadi perhatian masyarakat Banten hingga nasional.

- Advertisement -

Kegiatan tahunan yang sarat nilai adat dan kearifan lokal ini berlangsung di halaman Gedung Negara Alun-alun Barat Kota Serang pada 24 hingga 26 April 2026, dengan ribuan warga Baduy dari pedalaman Kabupaten Lebak turut hadir mengikuti rangkaian acara.

Seba Baduy merupakan tradisi turun-temurun masyarakat adat Baduy sebagai bentuk silaturahmi kepada pemerintah daerah sekaligus ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun.

- Advertisement -

Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi simbol pesan leluhur untuk menjaga alam dan keseimbangan lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun.

Pemerintah Provinsi Banten bersama berbagai pihak turut mendukung pelaksanaan Seba Baduy 2026 dengan menghadirkan rangkaian kegiatan budaya, edukasi, hingga pertunjukan seni yang dapat diakses masyarakat luas.

Agenda ini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga ruang pertemuan budaya antara masyarakat adat dan masyarakat modern.

Rangkaian Acara

Pada hari pertama, Jumat (24/4/2026), kegiatan diawali dengan diskusi budaya yang membahas tema “Kearifan Lokal Baduy sebagai Pilar Ekologi Nusantara”.

Diskusi ini digelar dalam dua sesi dengan menghadirkan berbagai pemangku kebijakan dan pemerhati budaya.

Selain itu, terdapat pasar kerajinan Baduy dan UMKM yang menampilkan berbagai produk khas masyarakat adat, seperti tenun, hasil hutan, hingga kerajinan tangan tradisional.

Kegiatan Seba Bugar 2026 juga digelar sebagai bagian dari edukasi kesehatan, disertai penampilan seni budaya pada malam hari yang menghadirkan berbagai kelompok seni tradisional Banten.

Hari kedua, Sabtu (25/4/2026), menjadi momen paling dinanti.

Ribuan masyarakat Baduy melakukan perjalanan dari wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menuju Kota Serang dengan berjalan kaki sebagai bagian dari tradisi sakral.

Setibanya di lokasi, rangkaian pertunjukan budaya digelar sepanjang hari, mulai dari seni debus, rampak seba Baduy, musik etnik gambang kromong, tari cokek, hingga wayang golek.

Suasana semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni yang menggambarkan kekayaan budaya Banten.

Pada malam harinya, digelar ritual inti Seba yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam prosesi ini, masyarakat adat Baduy menyampaikan pesan leluhur kepada pemerintah sebagai bentuk penghormatan dan komunikasi budaya.

Memasuki hari ketiga, Minggu (26/4/2026), kegiatan diawali dengan ritual Mumuluk pada pagi hari.

Selanjutnya, acara penutupan dilakukan melalui prosesi ramah tamah, pelepasan, dan seba panungtung yang menandai berakhirnya rangkaian Seba Baduy 2026.

Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai adat, penguatan jati diri masyarakat, serta pengingat pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Seba Baduy 2026 kembali membuktikan bahwa tradisi leluhur masih hidup dan relevan di tengah modernisasi, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang memperkuat identitas Banten di tingkat nasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru