HOLOPIS.COM, Jakarta – BMKG bunyikan alarm, banjir rob mengintai pesisir Indonesia hingga 28 April 2026. Sejumlah wilayah masuk daftar rawan, warga diminta waspada.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat.
Kali ini, ancaman banjir pesisir atau rob diprediksi bakal menghantam sejumlah wilayah di Indonesia hingga 28 April 2026.
Peringatan ini bukan tanpa alasan karena berdasarkan analisis BMKG, fenomena fase bulan baru pada 17 April 2026 dan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada 19 April 2026 memicu kenaikan maksimum permukaan air laut.
Kombinasi ini berpotensi menyebabkan air laut meluap ke daratan, terutama di kawasan pesisir.
BMKG menyebut, hasil pemantauan data water level dan prediksi pasang surut menunjukkan potensi rob terjadi di banyak titik.
Masyarakat diminta untuk ekstra waspada, apalagi bagi yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir.
Sebaran Wilayah Terdampak
Wilayah terdampak tersebar hampir di seluruh Indonesia, dari barat hingga timur. Di antaranya:
- Aceh: Pesisir Lhokseumawe (16–20 April)
- Sumatera Utara: Medan Belawan, Labuhan, Marelan (15–21 April)
- Kepulauan Riau: Batam, Bintan, Dabo Singkep (16–25 April)
- Sumatera Barat: Padang hingga Kepulauan Mentawai (15–18 April)
- Lampung: Bandar Lampung hingga pesisir barat (18–23 April)
Di wilayah Banten dan Jakarta, potensi rob juga cukup tinggi.
Pesisir utara Tangerang, Serang, hingga kawasan seperti Kamal Muara, Pluit, Ancol, dan Tanjung Priok diprediksi terdampak pada 17–23 April.
Sementara itu, Jawa Barat termasuk Bekasi, Karawang, hingga Pangandaran masuk daftar siaga pada 17–23 April, disusul Subang, Indramayu, dan Cirebon pada 23–28 April.
Tak cuma Jawa, wilayah lain juga masuk radar:
- Jawa Tengah: Semarang, Demak, Pekalongan, Kendal (22–28 April)
- Jawa Timur: Surabaya bagian barat hingga Banyuwangi (17–22 April)
- Bali: Pesisir selatan seperti Denpasar, Badung, Gianyar (17–25 April)
- Nusa Tenggara Barat: Lembar dan Bima (15–24 April)
Di Kalimantan, potensi rob terdeteksi di Kalimantan Selatan, Tengah, Barat, hingga Utara.
Sementara kawasan timur Indonesia seperti Sulawesi Utara dan Maluku juga tak luput dari ancaman, termasuk Ambon dan Kepulauan Aru.
Dampak
BMKG mengingatkan, banjir rob bukan sekadar genangan biasa.
Dampaknya bisa mengganggu berbagai aktivitas vital masyarakat, sepert bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, dan tambak garam dan perikanan darat
Genangan air laut juga berisiko merusak infrastruktur hingga mengganggu mobilitas warga.
BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru.
Warga pesisir diimbau menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari mengamankan barang berharga hingga memperhatikan waktu pasang maksimum.


