HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyanyi Raisa Andriana, yang akrab disapa Yaya, akan menggelar konser bertajuk Raisa Live in Concert: Love & Let Go pada 6 dan 7 Juni 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Konser ini tidak hanya menghadirkan penampilan solo Raisa, tetapi juga akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi ternama sebagai bintang tamu.
CEO Juni Records, Adryanto Pratono, mengungkapkan bahwa deretan bintang tamu telah disiapkan untuk masing-masing hari konser.
“Di tanggal 6 Juni ada Anggun, Ariel NOAH, dan Barsena Bestandhi. Di tanggal 7 Juni ada Anggun, Rony Parulian, dan Barsena Bestandhi menjadi bintang tamu di Raisa Live in Concert: Love & Let Go,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, dikutip Holopis.com, Rabu (22/4).
Raisa pun mengakui bahwa memilih kolaborator untuk konser ini bukan hal yang mudah. Ia ingin menghadirkan nama-nama yang terasa spesial sekaligus tidak mudah ditebak oleh penonton.
“Kolaborator itu susah banget milihnya karena harus benar-benar spesial. Dan juga penginnya tidak ketebak,” ujar Raisa.
Ia menjelaskan bahwa pilihannya juga dipengaruhi oleh fase musikal yang sedang ia jalani, khususnya setelah merilis album Ambivert.
“Karena aku sekarang masih dalam fase album Ambivert, jadi aku ingin menghadirkan bintang tamu yang ada di album itu, seperti Rony dan Barsena,” lanjutnya.

Kehadiran Rony Parulian, menurut Raisa, juga menjadi sesuatu yang dinantikan oleh penggemar.
“Terus Rony, tentu, yang ditunggu-tunggu banyak We Are One dan para penggemar lagu ‘Tetap Bukan Kamu’. Masa iya enggak ngajak Rony?” katanya.
Sementara itu, kehadiran Anggun dan Ariel NOAH memiliki makna tersendiri bagi Raisa karena keduanya telah lama masuk dalam daftar impiannya untuk berkolaborasi.
“Kalau dua nama ini sudah jadi wishlist aku dari lama. Mbak Anggun benar-benar idolaku, dan akhir-akhir ini kami sering bertukar pikiran. Aku merasa beliau cocok dengan beberapa lagu yang aku pilih,” ujar Raisa.
“Kalau Kang Ariel, ada keseruan proyek juga nantinya,” tambahnya.
Di balik kemeriahan kolaborasi tersebut, Raisa juga mengungkap bahwa tantangan terbesar dalam konser ini tetap berada pada aspek musikal, terutama dalam mengaransemen ulang lagu-lagunya agar tetap terasa segar tanpa menghilangkan kedekatan dengan penonton.
“Yang paling menantang sebenarnya mengaransemen ulang lagunya sih. Karena kita pengen bikin itu porsinya pas, bedanya terasa, tapi tetap masih bisa dinyanyiin bareng-bareng,” jelasnya.
Menurut Raisa, aransemen yang dibuat tidak boleh terlalu jauh berubah agar penonton tetap bisa menikmati dan ikut bernyanyi.
“Nggak diubah sedemikian rupa sampai mereka sudah nggak bisa nyanyi bareng. Jadi aransemennya itu akan meng-enhance pengalaman penonton,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga menghadapi dilema dalam menentukan setlist, mengingat jumlah lagunya yang terus bertambah.
“Sekarang lagunya sudah banyak banget, jadi salah satu tantangan terberat juga adalah milih setlist. Kita sampai voting-voting, dan itu buat aku susah banget, kayak milih anak favorit,” ujarnya.
Berbekal pengalaman dari konser sebelumnya, termasuk di Gelora Bung Karno, Raisa menyebut konser kali ini menjadi ajang untuk menghadirkan pertunjukan yang lebih matang.
“Banyak banget ilmu yang kita pelajari dari konser sebelumnya, dan sekarang kita aplikasikan. Jadi tantangannya adalah bikin konser ini semakin flawless,” tutup Raisa.

