Perang Terus Hantui Dunia, PBB Ingatkan Bahaya Jika Hukum Internasional Diabaikan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk kembali menegakkan supremasi hukum di tengah meningkatnya ketegangan global.

Dalam pidatonya di Den Haag, Belanda, Jumat (17/4), Guterres menegaskan bahwa dunia saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan, di mana pelanggaran hukum internasional semakin nyata terjadi.

- Advertisement -

“Pelanggaran hukum internasional sedang terjadi di depan mata kita,” ujar Guterres, dikutip Holopis.com, Minggu (19/4).

Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap hukum internasional justru menjadi semakin penting di tengah tekanan besar terhadap sistem global, terutama di era pergeseran kekuatan geopolitik yang semakin kompleks.

- Advertisement -

Guterres juga memperingatkan bahwa melemahnya hukum internasional dapat berdampak serius terhadap stabilitas dunia.

“Ketika kesewenang-wenangan menggantikan kekuatan hukum, ketidakstabilan menyebar luas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran global terhadap meningkatnya konflik dan tindakan sepihak yang berpotensi mengabaikan aturan internasional yang telah disepakati bersama.

Senada dengan Guterres, Presiden Mahkamah Internasional, Iwasawa Yuji, juga menyoroti tren yang mengkhawatirkan dalam sistem hukum global. Ia menyebut adanya peningkatan penolakan terhadap kewajiban internasional, serta berkembangnya skeptisisme terhadap multilateralisme.

“Mahkamah Internasional menanggapi tantangan-tantangan ini dengan menjalankan fungsi yudisialnya, yaitu dengan menafsirkan dan menerapkan hukum internasional secara ketat dan dengan iktikad baik,” jelas Yuji.

Peran ICJ dalam Menjaga Stabilitas Global

Sebagai pengadilan tertinggi di bawah naungan PBB, ICJ memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa antarnegara secara damai.

Mahkamah ini menjadi satu-satunya lembaga internasional yang menangani perselisihan antara 193 negara anggota PBB, sekaligus menjadi jalur hukum untuk mencegah konflik bersenjata.

Didirikan pada 1945 dan bermarkas di Istana Perdamaian, Den Haag, ICJ menggelar sidang khusus untuk memperingati 80 tahun sesi perdananya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Raja Belanda Willem-Alexander serta sejumlah pejabat tinggi internasional.

Sebagai informasi, peringatan 80 tahun ICJ menjadi momen refleksi bagi komunitas internasional di tengah meningkatnya konflik dan ketegangan geopolitik.

Seruan PBB ini sekaligus menjadi pengingat bahwa stabilitas global tidak hanya bergantung pada kekuatan negara, tetapi juga pada komitmen bersama untuk menjunjung hukum internasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru