Menko Polkam Minta Ada Investigasi Gugurnya Tentara Indonesia di Lebanon

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMMenteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Kabinet Merah Putih, Jenderal TNI (purn) Djamari Chaniago merasa kecewa berat dengan serangan artileri yang dilancarkan militer Israel ke kawasan zona konflik Lebanon, yang berujung meninggalnya 3 (tiga) prajurit terbaik Indonesia.

“Pemerintah Indonesia menuntut dilaksanakannya investigasi secara menyeluruh atas insiden yang menyebabkan gugur dan terlukanya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon,” kata Djamari dalam siaran persnya yang diterima Holopis.com, Kamis (2/4/2026).

- Advertisement -

Di samping itu, Djamari juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menuntut kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan dalam kasus serangan militer brutal tersebut secara cepat dan transparan.

Bahkan ia juga meminta agar otak di balik penyerangan tersebut diungkap dan dituntut pertanggungjawabannya secara internasional.

- Advertisement -

“Pemerintah juga menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif, serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan,” ujarnya.

Di sisi lain, Djamari menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Lebanon hingga menewaskan 3 prajurit TNI dan melukai sejumlah tentara Indonesia itu adalah bentuk pelanggaran terhadap komitmen misi perdamaian.

“Serangan berulang terhadap personel Indonesia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan Pasukan Perdamaian oleh pihak yang bertikai,” tegas Djamari.

Oleh sebab itu, negara-negara anggota PBB diminta untuk bersatu melakukan tindakan yang kolektif dan konsisten dalam memproses kasus penyerangan artileri di Lebanon Selatan itu.

“Pemerintah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bertindak tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian,” tandasnya.

Sejalan dengan itu, Kemenko Polkam, sesuai tugasnya sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), akan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas kementerian dan lembaga, khususnya bersama Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri, guna memastikan keselamatan personel di daerah penugasan, termasuk melalui peninjauan ulang protokol keamanan yang disesuaikan dengan perkembangan situasi di wilayah konflik Lebanon selatan.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa serangan artileri telah dilancarkan dan menghantam kawasan Adchit al-Qusayr di Lebanon Selatan pada hari Senin, 30 Maret 2026. Di mana saat itu, posko keamanan dan konvoi logistik United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi sasaran tembaknya.

Setidaknya dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit TNI anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL, mereka adalah ; Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru