HOLOPIS.COM, MALANG – Momen Idul Fitri 1447 H / Lebaran 2026 bukan sekadar ritual pulang kampung atau perayaan kemenangan usai sebulan berpuasa. Lebih dari itu, Lebaran tahun ini harus menjadi momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama anak bangsa demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menekankan bahwa Idul Fitri adalah titik balik untuk memperkuat tiga pilar persaudaraan: ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).
Ulama kharismatik asal Malang Raya ini menyampaikan bahwa kesucian Idul Fitri harus dibarengi dengan peningkatan rasa cinta tanah air. Menurutnya, kesalehan individu tidak akan sempurna tanpa adanya kesalehan sosial dan komitmen menjaga kedaulatan bangsa.
Habib Syakur menjelaskan bahwa Idul Fitri 1447 H harus dimaknai sebagai energi baru untuk mengubur segala perbedaan politik atau pandangan yang sempat merenggangkan kohesi sosial. Ia menilai, persatuan adalah syarat mutlak jika Indonesia ingin menjadi negara yang makmur dan bermartabat.
“Idul Fitri adalah momentum kita untuk kembali ke fitrah, dan fitrah kita sebagai bangsa Indonesia adalah rukun, gotong royong, dan saling mencintai. Tanpa ukhuwah yang kuat, mustahil kita bisa melangkah mantap menuju Indonesia Emas,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Lebih lanjut, Habib Syakur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat Lebaran sebagai bahan bakar dalam membangun negeri. Beliau optimis bahwa dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan spiritualitas, cita-cita menjadi negara yang diberkahi bisa segera terwujud.
Pesan ini diharapkan menjadi oase di tengah dinamika global, mengingatkan kembali bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada keberagaman yang terikat dalam bingkai persatuan.
“Mari kita jadikan spirit kemenangan ini untuk mempertebal rasa cinta kepada NKRI. Kita semua bertanggung jawab membawa bangsa ini menjadi baldatun thoyyibatun warabbul ghafur—negeri yang baik, aman, dan penuh ampunan Tuhan,” tegasnya.

