HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hari Raya Idul Fitri identik dengan tradisi silaturahmi. Setelah melaksanakan shalat Id, masyarakat Indonesia biasanya saling mengunjungi rumah keluarga, tetangga, hingga kerabat untuk bermaaf-maafan.
Namun di balik tradisi tersebut, terdapat sejumlah adab atau etika yang dianjurkan dalam Islam, baik bagi tamu maupun tuan rumah. Nilai-nilai ini tidak hanya menjaga kesopanan, tetapi juga memperkuat makna silaturahmi yang menjadi inti perayaan Lebaran.
Meminta Izin Sebelum Bertamu
Salah satu adab penting dalam bertamu adalah meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain. Hal ini sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Surah An-Nur ayat 27:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa meminta izin dan mengucapkan salam merupakan bentuk penghormatan terhadap privasi dan kenyamanan pemilik rumah.
Dalam konteks Lebaran, adab ini juga bisa diwujudkan dengan memberi kabar terlebih dahulu sebelum berkunjung, terutama jika jarak rumah cukup jauh atau jumlah tamu cukup banyak.
Mengucapkan Salam dan Menjaga Sikap
Setelah mendapatkan izin, tamu dianjurkan mengucapkan salam ketika memasuki rumah. Salam tidak hanya menjadi doa keselamatan bagi tuan rumah, tetapi juga membuka interaksi dengan suasana penuh keberkahan.
Selain itu, tamu juga dianjurkan menjaga sikap selama berada di rumah orang lain, seperti tidak berbicara terlalu keras, tidak membuka sesuatu tanpa izin, serta tidak terlalu lama bertamu jika tuan rumah memiliki kesibukan lain.
Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad, disebutkan:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj.
Menjadi Tuan Rumah yang Ramah
Di sisi lain, tuan rumah juga memiliki adab tersendiri dalam menerima tamu. Salah satunya adalah menyambut tamu dengan wajah ramah dan sikap terbuka.
Dalam budaya Indonesia, tuan rumah biasanya menyajikan makanan atau minuman sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Meski demikian, jamuan tersebut tidak harus berlebihan.
Yang terpenting adalah niat memuliakan tamu dan menjaga suasana silaturahmi tetap hangat.
Islam juga mengajarkan bahwa tamu memiliki hak untuk dihormati. Dalam hadits lain disebutkan bahwa memuliakan tamu merupakan bagian dari keimanan seseorang.
Menjaga Kebersihan dan Ketertiban
Adab lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan selama bertamu. Tamu dianjurkan tidak meninggalkan sampah sembarangan dan tetap menjaga kerapian rumah yang dikunjungi.
Sementara bagi tuan rumah, menyiapkan rumah yang bersih dan nyaman juga menjadi bagian dari bentuk penghormatan kepada tamu.
Kebiasaan sederhana ini membantu menciptakan suasana silaturahmi yang menyenangkan bagi kedua belah pihak.

