Jelang Idul Fitri, Muzani: Kita Jaga Persatuan, Jangan Mudah Terpancing Isu Sensitif

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, angkat bicara terkait memanasnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Ia mengimbau agar seluruh pihak, khususnya negara-negara di kawasan Teluk Persia, dapat menahan diri menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurut Muzani, meredanya konflik akan memberikan rasa aman bagi umat Islam di seluruh dunia dalam merayakan Lebaran. Ia berharap momentum hari besar keagamaan ini menjadi alasan kuat untuk menghentikan eskalasi perang.

“Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen Idul Fitri dengan aman dan damai. Kita juga bersyukur bahwa Arab Saudi sebagai penjaga dua Tanah Suci Mekkah dan Madinah bisa menjamin kelangsungan beribadah umroh dengan lancar sejauh ini,” kata Muzani dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Ia menilai, jika konflik dapat dihentikan, dampaknya tidak hanya dirasakan secara sosial dan keagamaan, tetapi juga ekonomi global. Salah satunya adalah potensi meredanya krisis energi, khususnya minyak dunia.

Selain itu, Muzani juga menyoroti pentingnya stabilitas global menjelang pelaksanaan ibadah haji yang akan datang. Ia menegaskan bahwa dialog dan diplomasi harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan konflik antarnegara.

“Kita telah menyaksikan dunia selama puluhan tahun dalam keadaan damai melalui diplomasi. Maka penting bagi setiap pemimpin untuk kembali melakukan dialog diplomasi sebagai cara utama menciptakan perdamaian,” jelas Muzani.

- Advertisement -

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto telah menunjukkan respons aktif dalam upaya menciptakan perdamaian global, termasuk melalui keterlibatan dalam forum internasional seperti Board of Peace.

Meski demikian, Muzani mengakui adanya perbedaan pandangan di dalam negeri terkait kebijakan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan adalah hal wajar dalam sistem demokrasi.

“Perbedaan pandangan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi seperti Indonesia,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Muzani mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi isu-isu sensitif yang dapat memecah belah bangsa.

“Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu yang sensitif yang dapat memecah belah persatuan kita,” tutupnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU