Santet Panah Terong : Ilmu Mematikan dari Kalimantan yang Konon Sebabkan Bisul

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Santet panah terong sering disebut sebagai salah satu jenis santet yang paling berbahaya dalam cerita-cerita mistis di masyarakat.

Dalam kepercayaan tertentu, praktik ini diyakini memiliki kekuatan mematikan karena menggunakan media khusus yang dianggap memiliki unsur gaib.

Konon, orang yang menguasai ilmu santet ini akan menggunakan sebuah terong yang dikenal dengan sebutan terong susu. Jenis terong ini dipercaya hanya bisa ditemukan di daerah Kalimantan dan sering dianggap memiliki nilai mistis oleh sebagian orang. Terong tersebut kemudian dijadikan sebagai media utama dalam ritual santet.

Dalam prosesnya, sang pelaku akan menusukkan sebuah panah kecil ke dalam terong tersebut. Panah yang digunakan biasanya berasal dari kayu pohon beringin. Pohon beringin sendiri sering dikaitkan dengan hal-hal gaib atau tempat yang dianggap angker. Karena itulah, kayu dari pohon tersebut dipercaya memiliki energi tertentu yang dapat memperkuat ritual santet.

Menurut kisah yang beredar, setelah ritual dilakukan, orang yang menjadi sasaran santet akan mulai merasakan gejala aneh. Salah satu tanda yang sering disebut adalah munculnya rasa sakit di bagian kepala yang kemudian berkembang menjadi bisul besar. Bisul ini konon terasa sangat menyakitkan dan sulit disembuhkan dengan cara biasa.

Setelah mengalami bisul kondisi korban akan terus memburuk seiring waktu. Ketika terong yang dijadikan media santet mulai membusuk dan rusak, keadaan tersebut dipercaya akan berhubungan langsung dengan kondisi korban.

- Advertisement -

Pada saat terong itu hancur atau pecah, bisul di kepala korban juga diyakini akan pecah. Dalam kepercayaan tersebut, pecahnya bisul ini bisa menyebabkan kondisi yang sangat parah bahkan berujung pada kematian.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Aisha Balqis Salsabila
Achmad Husin Alifiah
Aisha Balqis Salsabila, Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU