HOLOPIS.COM, JAKARTA – Belakangan ini warga Jakarta dan sekitarnya mungkin mengeluhkan udara yang terasa lebih gerah dan pengap dari biasanya. Kondisi tersebut bahkan sering dirasakan meski matahari tak terlalu terik.
Fenomena ini ternyata berkaitan dengan tingginya kelembapan udara serta dinamika atmosfer yang masih dipengaruhi musim hujan di wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa wilayah Jakarta saat ini masih berada dalam fase cuaca lembap yang dipicu oleh berbagai faktor atmosfer.
Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan pada pertengahan Maret sebagian besar wilayah Indonesia masih memiliki potensi hujan.
“Pada periode pertengahan Maret sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, masih berada dalam fase cuaca lembap dengan potensi hujan ringan hingga sedang,” kata Andri, dikutip pada Minggu, (15/3/2026).
Dari penjelasan BMKG, kondisi pengap di Jakarta juga dipengaruhi oleh aktivitas angin muson Asia yang masih aktif. Angin muson tersebut membawa massa udara basah dari wilayah Asia menuju Indonesia.
Aliran udara yang kaya uap air ini memicu pembentukan awan hujan sekaligus meningkatkan kadar kelembapan di atmosfer.
Ketika kadar uap air di udara meningkat, udara akan terasa lebih berat dan lembap. Situasi ini sering membuat tubuh terasa lebih gerah, bahkan ketika suhu udara sebenarnya tidak terlalu tinggi.
BMKG menjelaskan rasa pengap biasanya muncul ketika kelembapan udara tinggi. Namun, pergerakan angin relatif lemah.
Kondisi itu memicu panas yang dihasilkan tubuh tidak mudah terlepas ke lingkungan sekitar. Akibatnya, sensasi panas yang dirasakan menjadi lebih kuat.
Dalam kondisi atmosfer lembap, proses penguapan keringat dari kulit juga menjadi lebih lambat. Padahal, penguapan keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menurunkan suhu.
Dengan proses yang terhambat, tubuh akan terasa lebih panas dan tidak nyaman. Meskipun suhu udara tidak terlalu ekstrem. Dari data secara umum, suhu udara di Jakarta saat ini masih berada dalam kisaran normal.
BMKG dalam sepekan ini mencatat suhu di wilayah Jakarta berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius. Namun tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni mencapai 66 hingga 90 persen.
Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi inilah yang memicu sensasi gerah dan pengap yang dirasakan masyarakat. Kondisi udara lembap seperti ini diperkirakan masih dapat terjadi selama periode musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir.

