Guardiola Legowo Seandainya Arsenal yang Juara

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAManchester City kini tertinggal sembilan poin dari Arsenal di puncak klasemen. Pelatih The Citizens Pep Guardiola pun legowo seandainya pada akhirnya The Gunners yang keluar sebagai juara Liga Inggris musim ini.

Manchester City gagal meraih kemenangan atas West Ham United pada pekan ke-30 Liga Inggris 2025/2026, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingannya di London Stadium, The Citizens tak didampingi Guardiola karena terkena sanksi, kemudian mereka pun pada akhirnya dipaksa bermain imbang 1-1

Hasil itu membuat Manchester City terpeleset tuk kedua kalinya, dimana pada pekan sebelumnya The Citizens imbang juga atas Nottingham Forest dengan skor 2-2.

Akibat dari hasil tersebut, Manchester City gagal memangkas jarak poin dengan Arsenal dalam perebutan tahta teratas klasemen Liga Inggris. Kini, kedua tim selisih sembilan poin.

Arsenal masih ada di posisi teratas klasemen sementara Liga Inggris, dengan mengoleksi 70 poin dalam 31 pertandingan. Sedangkan City di peringkat 2 dengan 61 poin dalam 30 laga. The Gunners sendiri sukses menang pekan ini atas Everton, dengan skor 2-0 tanpa balas.

Dengan sisa delapan pekan lagi, maka langkah Arsenal untuk keluar sebagai juara Liga Inggris semakin dekat. Dengan catatan, The Gunners konsisten melibas habis laga sisa tanpa kekalahan.

- Advertisement -

Guardiola sadar betul kondisi saat ini, bahkan ia sudah legowo seandainya Arsenal yang keluar sebagai juaranya.

“Ini rumit. Menang melawan Nottingham Forest dan hari ini, dan itu akan bergantung pada kami, tetapi kami memiliki satu pertandingan tunda dan Arsenal bermain di kandang,” ucap Guardiola soal selisih poin di klasemen, seperti dikutip Holopis.com dari situs resmi Manchester City.

“Saya selalu berpikir positif. Saya optimistis untuk pertandingan Selasa di kandang. Jika tidak memungkinkan [untuk memenangkan Liga Premier], mereka tetap harus merayakannya, dan saya akan menelepon Mikel untuk mengucapkan selamat kepadanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Guardiola menilai bahwa kondisi City saat ini karena sulit mendapatkan konsistensi performa dengan pemain baru yang dimiliki.

“Ada banyak pemain baru dan konsistensi yang kami miliki di masa lalu, musim ini kami tidak mampu mendapatkannya,” ujarnya lagi.

“Anda lihat Newcastle bermain melawan Barcelona dan menang di Stamford Bridge, serta momentum yang mereka miliki. Kami mampu mengalahkan mereka empat kali, tetapi kami tidak stabil, dan dalam dekade terakhir kami selalu stabil dan menemukan cara untuk memenangkan pertandingan,” tambahnya.

“Musim ini, kami bermain lebih baik dari yang saya harapkan di awal, tetapi kami tidak mampu menemukan percikan semangat itu,” imbuhnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Achmad Husin Alifiah
Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU