HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mendorong masyarakat agar memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengatur jadwal perjalanan mudik Lebaran. Dengan demikian, arus kendaraan tidak menumpuk pada waktu tertentu.
Imbauan pemerintah itu dinilai penting untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur-jalur utama selama periode mudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan distribusi waktu perjalanan yang lebih merata bisa membantu mengurai kepadatan lalu lintas saat jutaan masyarakat bergerak menuju kampung halaman.
“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dengan memanfaatkan kebijakan work from anywhere, dengan begitu distribusi waktu mudik bisa merata dan mengurangi potensi kemacetan,” kata Menhub Dudy dalam keterangan di Jakarta, Minggu, (15/3/2026).
Pemerintah menerapkan kebijakan WFA bertepatan dengan periode libur panjang yang berlangsung sekitar dua pekan, yakni pada 14–29 Maret 2026. Periode tersebut mencakup libur Idul Fitri, libur Hari Raya Nyepi, serta cuti bersama.
Dijelaskan Dudy, fleksibilitas bekerja dari mana saja dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memilih waktu perjalanan yang lebih longgar. Dengan kebijakan itu, tak seluruh pemudik berangkat pada hari yang sama.
Untuk memastikan kesiapan arus mudik, Dudy juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik jalur mudik di Jawa Barat bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Peninjauan dilakukan di salah satu jalur utama mudik di kawasan Cirebon. Wilayah Cirebon merupakan koridor penting menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Peninjauan ini kami lakukan untuk memantau secara langsung situasi lalu lintas di salah satu jalur utama mudik pada masa awal arus mudik,” ujar Dudy.
Dari hasil pemantauan awal, arus kendaraan sudah mulai meningkat meski belum signifikan.
Adapun dari laporan dari Jasa Marga, volume kendaraan saat ini tercatat naik sekitar 14 persen dibandingkan kondisi hari normal.
“Sejauh ini memang sudah ada peningkatan, tetapi belum terlalu tinggi. Berdasarkan laporan dari Jasa Marga, hingga hari ini terjadi peningkatan sekitar 14 persen,” jelas Dudy.
Dari data Kementerian Perhubungan RI, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Selain volume kendaraan, pemerintah juga mewaspadai potensi gangguan lalu lintas dari aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik.
Salah satunya adalah aktivitas warga yang mencari koin dari pengendara di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu.
Menhub Dudy minta kegiatan tersebut dihentikan sementara demi keselamatan. “Yang paling penting, kami juga mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara kita yang berada di kawasan Kalisewo tersebut,” tutur Dudy.

