HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketegangan di Timur Tengah, sektor pariwisata Indonesia justru menunjukkan taji dengan strategi adaptif yang mengejutkan. Pemerintah memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi pelabuhan aman bagi pelancong dunia, sembari menyiapkan “kado” khusus bagi wisatawan domestik menjelang musim libur besar.
Alih-alih terpaku pada pasar global yang sedang tidak stabil, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengumumkan pergeseran strategi promosi yang cerdas. Fokus kini dialihkan sepenuhnya ke wilayah dengan akses stabil: Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.
“Kami bergerak lincah. Jika satu pintu tertutup karena dinamika global, kami buka lebar-lebar pintu dari tetangga terdekat kita,” ujar Menpar Widiyanti. Hasilnya, pada Januari 2026 saja, tercatat 1,01 juta kunjungan mancanegara, dengan Malaysia sebagai penyumbang terbesar (150,5 ribu kunjungan).
Kabar paling menggembirakan bagi masyarakat yang merencanakan mudik atau liburan Lebaran adalah stimulus pajak. Pemerintah resmi menyiapkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik.
Kebijakan ini diprediksi akan membuat harga tiket pesawat merosot antara 17 hingga 18 persen, sebuah langkah strategis untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara agar mampu mencapai target ambisius sebesar 1,18 miliar perjalanan pada tahun 2026.
Presiden Prabowo Subianto baru saja meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ini bukan sekadar slogan, melainkan upaya masif untuk meningkatkan daya saing destinasi lokal agar setara dengan standar internasional. Fokusnya adalah pada kualitas layanan dan kebersihan yang selama ini sering menjadi catatan.
Pemerintah kini lebih serius dalam urusan keselamatan. Tercatat lebih dari 4.700 Daya Tarik Wisata (DTW) di seluruh Indonesia telah didata dalam peta rawan bencana. Ini adalah langkah mitigasi risiko pertama dalam skala sebesar ini untuk memastikan wisatawan tidak hanya senang, tapi juga pulang dengan selamat.
Meski warga Indonesia yang plesiran ke luar negeri tumbuh 1,65% (sekitar 1 juta perjalanan), Indonesia masih mencatatkan neraca devisa pariwisata yang positif. Hal ini terbantu berkat penggunaan metode Mobile Positioning Data (MPD) yang lebih akurat dalam merekam kunjungan wisman di pintu-pintu perbatasan.
Bagi generasi muda, pintu industri ini terbuka lebar. Pendaftaran mahasiswa baru Politeknik Pariwisata (Poltekpar) telah dibuka sejak 11 Februari hingga 1 Mei 2026 melalui Seleksi Bersama Masuk (SBM) dengan kuota mencapai 2.166 kursi.
Dengan kombinasi diskon tiket, penguatan pasar regional, dan peningkatan kualitas destinasi melalui gerakan ASRI, Indonesia optimistis sektor pariwisata akan tetap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang tangguh di tahun 2026.

