HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa negaranya mengirim tim ahli militer ke sejumlah negara di Timur Tengah. Tim tersebut bertugas berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi serangan drone.
Dikutip Holopis.com, Rabu (11/3), pernyataan tersebut disampaikan Zelensky kepada awak media pada Selasa (10/3). Ia mengatakan Ukraina telah mengirim tiga tim profesional ke Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Zelensky menjelaskan bahwa setiap tim terdiri dari personel militer yang memiliki pengalaman dalam menghadapi ancaman drone di medan perang.
Menurutnya, tim-tim tersebut akan berbagi pengetahuan mengenai cara menangkal serangan drone, termasuk taktik pertahanan yang selama ini digunakan Ukraina dalam konflik yang berlangsung. Zelensky juga menyatakan harapan bahwa negara-negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah dapat membantu Ukraina dengan menyediakan sistem pertahanan udara Patriot.
Ia menyebut bantuan tersebut penting untuk memperkuat pertahanan Ukraina dari serangan udara, terutama yang menggunakan drone.
Sebelumnya, pada Senin (9/3), Zelensky mengungkapkan bahwa Ukraina telah menerima 11 permintaan bantuan keamanan dari berbagai negara.
Permintaan tersebut datang dari negara-negara yang berada di sekitar Iran, beberapa negara Eropa, serta Amerika Serikat. Menurut Zelensky, permintaan itu berkaitan dengan upaya menghadapi ancaman drone Shahed buatan Iran yang digunakan dalam konflik di kawasan.
Sebagai informasi, drone Shahed merupakan jenis pesawat tanpa awak yang dikenal sebagai loitering munition atau drone kamikaze. Drone ini dapat terbang menuju target dan meledakkan diri saat mencapai sasaran. Drone tersebut diketahui banyak digunakan dalam berbagai konflik modern karena biaya produksinya relatif lebih murah dibandingkan sistem senjata lainnya.


