Iran Siap Buka Selat Hormuz, Tapi Ada Syarat Gila: Usir Dubes AS dan Israel!

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAIran meningkatkan tekanan geopolitik terhadap negara-negara Barat yang ingin menggunakan jalur energi paling vital di dunia sebagai alat tawar. Ada syarat berat yang harus dilalui negara Barat dan Arab jika kapalnya ingin melintas Selat Hormuz.

Melalui pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa negara-negara Eropa dan Arab bisa peroleh akses bebas melewati Selat Hormuz.

Mengutip dari laman Business Standard, Selasa, (10/3/2026), syarat yang diinginkan Iran yakni negara Barat dan Arab mesti mengusir duta besar Amerika Serikat (AS) dan Israel dari wilayah mereka.

Ultimatum tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Selain itu, manuver Iran juga sebagai upaya Teheran untuk menekan pengaruh Washington dan Tel Aviv di kawasan.

IRGC memaparkan kebijakan maritim baru yang menetapkan harga diplomatik untuk keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.

Militer Iran menegaskan bahwa negara mana pun yang bersedia memutus hubungan diplomatik dengan AS-Irael bakal dijamin kebebasan penuh untuk melintasi selat tersebut tanpa gangguan.

Langkah ini dianggap sebagai upaya Iran memanfaatkan ketergantungan dunia pada Selat Hormuz. Status Selat Hormuz merupakan jalur yang menjadi salah satu chokepoint energi terpenting di dunia karena sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati perairan itu.

Iran Tegaskan Tentukan Akhir Perang

Dalam pernyataan terpisah, IRGC juga menanggapi klaim Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan konflik di kawasan dapat segera berakhir.

Iran justru menegaskan bahwa nasib konflik tersebut tidak berada di tangan Washington.

“Kamilah yang akan menentukan akhir perang,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari International Business Times, Selasa, (10/3/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa masa depan keamanan kawasan kini berada di bawah kendali militer Iran.

“Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kita; pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,” lanjut pernyataan IRGC.

Ketegangan juga meningkat setelah IRGC memperingatkan kemungkinan langkah yang lebih ekstrem terhadap perdagangan energi.

Dari laporan Reuters, juru bicara IRGC menegaskan Iran bisa menghentikan seluruh ekspor minyak dari kawasan jika serangan militer AS-Israel terhadap Iran terus berlanjut. Ancaman Iran disampaikan dengan nada tegas.

Teheran memperingatkan bahwa tidak akan ada satu liter minyak pun yang diizinkan keluar dari kawasan jika tekanan militer terhadap Iran tidak dihentikan.

Pernyataan keras ini disuarakan ketika kelompok garis keras Iran juga menunjukkan dukungan kepada Pemimpin Tertinggi baru negara itu, Mojtaba Khamenei.

Di tengah dinamika politik domestik tersebut, Iran tampak berusaha menunjukkan bahwa kekuatan militernya tetap menjadi aktor utama dalam menentukan arah konflik di kawasan.

Dengan menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tekanan diplomatik dan ekonomi, Iran beri sinyal bahwa konflik di Timur Tengah kini tidak hanya berlangsung di medan perang. Tapi, juga di jalur perdagangan energi global yang vital bagi perekonomian dunia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU