HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peta kekuatan MotoGP 2026 resmi bergejolak! Seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, baru saja menyajikan drama yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Dominasi total Ducati yang selama bertahun-tahun mencengkeram podium MotoGP akhirnya runtuh. Untuk pertama kalinya sejak GP Eropa 2020, tak ada satu pun motor Desmosedici yang mampu menembus posisi lima besar.
Aprilia Racing tampil sebagai bintang utama di Thailand. Pabrikan asal Noale, Italia ini menunjukkan bahwa pramusim menjanjikan mereka bukanlah sekadar “angin surga”.
Meski Marco Bezzecchi sempat mengalami kecelakaan di sesi Sprint, ia bangkit dan mencetak kemenangan dominan di balapan utama Grand Prix.
Kemenangan ini terasa sangat spesial. Bezzecchi kini resmi menjadi pembalap paling sukses dalam sejarah Aprilia di MotoGP, melampaui rekor legenda tim, Aleix Espargaro.
“Tes hanyalah tes. Ya, tes memang hanya tes, tetapi secara serius, peringkat ketiga klasemen akhir 2025 itu benar dalam menyampaikan poin tersebut,” tegas Bezzecchi, mengingatkan bahwa performa di balapan sesungguhnya adalah pembuktian yang sebenarnya.
Aprilia Menggila, KTM Memimpin Klasemen
Sejarah baru tercipta di Buriram: untuk pertama kalinya, empat pembalap Aprilia (Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura) finis di posisi lima besar.
Jorge Martin, sang juara bertahan, tampil luar biasa di posisi keempat meski sempat menjalani operasi di masa libur musim dingin.
Namun, kejutan terbesar datang dari “Si Hiu” Pedro Acosta. Dengan seragam oranye Red Bull KTM, Acosta sukses memenangi Sprint dan finis kedua di balapan utama.
Hasil ini melambungkan Acosta ke puncak klasemen Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya, unggul tujuh poin dari Bezzecchi.
Akankah Ducati Balas Dendam di Brasil?
Rekor 88 podium berturut-turut milik Ducati memang telah terhenti, namun meremehkan pabrikan Borgo Panigale adalah sebuah kesalahan besar.
Fabio Di Giannantonio menjadi penyelamat muka Ducati dengan finis di urutan keenam, sementara para juara dunia mereka sedang bersiap untuk serangan balik.
Dunia kini menantikan seri berikutnya di Brasil dan berlanjut ke COTA, Amerika Serikat—daerah kekuasaan Marc Marquez.
Pertanyaannya, Apakah “Kereta Ekspres” Aprilia akan terus melaju kencang, ataukah Ducati segera menemukan kembali taringnya?
Satu yang pasti, MotoGP 2026 bukan lagi soal satu warna. Persaingan antara Aprilia, KTM, dan Ducati kini berada pada level tertinggi yang sangat memanjakan mata para penggemar kecepatan di seluruh dunia.

