IHSG Rawan Tertekan di Awal Pekan, Konflik Timur Tengah Masih Jadi Sentimen Utama

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (9/3/2026).

Selain perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, sejumlah sentimen domestik juga diperkirakan memengaruhi arah pasar saham Indonesia, salah satunya pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan faktor utama yang membayangi pasar masih berasal dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari sepekan.

Menurutnya, konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak sekaligus memicu tekanan inflasi di berbagai negara.

Selain faktor geopolitik, investor juga mencermati pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 17.000 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat berpotensi meningkatkan capital outflow dari pasar keuangan domestik, sekaligus menaikkan biaya impor dan menekan sentimen investor asing terhadap pasar saham Indonesia.

- Advertisement -

“Dari sisi data ekonomi, pasar juga akan menantikan rilis Consumer Confidence Index Indonesia pada awal pekan yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi konsumsi domestik,” kata Reza, dikutip Holopis.com, Senin (9/3/2026).

Risiko Perang Energi hingga Blokade Selat Hormuz

Pandangan serupa disampaikan VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi. Ia menilai pasar saham global, termasuk Indonesia, akan dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Menurutnya, konflik yang berkembang bahkan mulai menyentuh sektor energi, setelah Iran disebut menyerang sejumlah infrastruktur energi di kawasan Jazirah Arab hingga memicu kekhawatiran blokade Selat Hormuz.

Situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan perang energi yang bisa menghantam ekonomi global.

Dari faktor domestik, Audi menyebut investor global juga tengah melakukan penyesuaian free float setelah adanya keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen pada sejumlah emiten.

Selain itu, pelaku pasar juga menunggu rilis kinerja perusahaan untuk tahun buku 2025 yang berpotensi memicu perubahan alokasi investasi.

“Pasar juga tengah menantikan rilis indeks keyakinan konsumen periode Februari 2026 yang diperkirakan masih berada di level optimistis atau di level 128,” ucapnya, Minggu (8/3/2026).

Kekhawatiran Fiskal dan Harga Energi

Audi menambahkan, investor juga mencermati potensi peningkatan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta risiko kenaikan harga energi di dalam negeri seiring lonjakan harga minyak mentah dan batu bara di pasar global.

Selain itu, penurunan outlook Indonesia menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat seperti Moody’s dan Fitch Ratings masih menjadi perhatian investor global, meskipun peringkat kredit Indonesia tetap berada di level investment grade.

“Kami berpandangan investor juga akan mengkalkulasi kembali jika tekanan fiskal Indonesia semakin dalam, terlebih hingga Februari 2026 sudah terjadi defisit Rp 135,7 triliun atau 0,53 persen terhadap PDB yang disebabkan kenaikan belanja pemerintah sekitar 26 persen,” beber.

Secara teknikal, Audi memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang level support 7.450 dan resistance 7.740 pada perdagangan awal pekan.

Indikator MACD menunjukkan pelemahan tren, sementara RSI yang menurun menandakan IHSG telah memasuki zona oversold.

Sejumlah saham yang dinilai layak dicermati investor antara lain Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), serta Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU