HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mulai mendorong percepatan pembangunan hunian terjangkau melalui proyek rumah murah di lahan hibah dari Lippo Group yang berlokasi di Desa Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Proyek ini ditargetkan mampu menyediakan puluhan ribu unit hunian dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketua Satgas Perumahan Rakyat, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, penyerahan lahan seluas lebih dari 30 hektare kepada pemerintah menjadi langkah penting dalam upaya mengatasi kekurangan hunian di Indonesia.
“Ini suatu hal yang luar biasa. Lahan yang sangat luas diserahkan kepada negara untuk membangun hunian yang nantinya akan dimiliki rakyat kita yang tergolong miskin dan belum mampu memiliki rumah,” kata Hashim, dikutip Holopis.com, Minggu (7/3/2026).
Menurut Hashim, kawasan tersebut memiliki potensi untuk menyediakan hingga 140.000 unit apartemen bagi masyarakat yang membutuhkan hunian dengan harga terjangkau.
Ia menilai lokasi proyek juga memiliki keunggulan karena didukung berbagai infrastruktur penunjang, seperti fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hingga pusat perdagangan.
Hashim menambahkan kebutuhan rumah di Indonesia masih sangat besar. Saat ini diperkirakan terdapat antrean antara 9 juta hingga 15 juta keluarga yang menunggu akses rumah baru dengan harga terjangkau.
Selain itu, sekitar 27 juta keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah tidak layak huni yang belum memiliki akses memadai terhadap air bersih maupun listrik.
“Memang ini tantangan besar, tetapi sekaligus menjadi kesempatan bagi kita untuk mempercepat pembangunan perumahan rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Roslan Roeslani selaku Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara menegaskan, pemerintah akan memberikan dukungan penuh dari sisi pembiayaan untuk proyek pembangunan tersebut.
“Kalau kita lihat proyek ini sangat baik dan kebutuhan hunian juga sangat besar. Dari sisi pembiayaan, kita akan dukung secara penuh,” kata Roslan.
Ia menjelaskan pemerintah juga akan memanfaatkan berbagai aset negara yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan hunian rakyat, sekaligus mendorong kolaborasi dengan pengembang swasta.
Roslan menyebutkan pembangunan tahap awal akan memanfaatkan lahan sekitar 12,8 hektare dengan rencana pembangunan 18 tower apartemen setinggi sekitar 32 lantai.
“Nilai pembangunan proyek ini diperkirakan berada di kisaran Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun,” ujarnya.



