HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan bersikap netral dalam menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, menekankan bahwa posisi Indonesia diambil bukan hanya sebagai amanat konstitusi, tetapi juga agar Indonesia dapat berperan aktif menjaga ketertiban dunia.
“Indonesia berharap untuk berperan sebagai honest broker, bukan sebagai aktor yang mengambil posisi terhadap salah satu pihak,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
Santo menjelaskan tiga langkah konkret yang dilakukan pemerintah:
- Seruan penghentian kekerasan – Indonesia mendesak seluruh pihak untuk segera menempuh langkah deeskalasi sejak konflik meletus pada 28 Februari.
- Intensifkan diplomasi – Menteri Luar Negeri Sugiono telah berkomunikasi dengan Menlu Iran, UEA, dan Arab Saudi. Presiden Prabowo juga berhubungan dengan Emir Qatar, Raja Yordania, serta pimpinan UEA.
- Perlindungan WNI – Kemlu memprioritaskan keselamatan WNI di kawasan Timur Tengah, termasuk menyiapkan langkah evakuasi bila diperlukan.
“Kami memastikan bahwa upaya pelindungan WNI di kawasan Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama, terutama terkait dengan apakah diperlukan evakuasi bagi masyarakat kita,” tutup Santo.
Dengan sikap netral dan bebas aktif, Indonesia berkomitmen terus berpihak pada nilai kemanusiaan dan perjuangan rakyat Palestina, sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah gejolak kawasan.



