HOLOPIS.COM, JAKARTA — PERISAI Syarikat Islam menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya dan syahidnya pemimpin besar Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei usai serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat di kawasan Teheran, pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Kepergian tokoh besar tersebut menjadi kehilangan mendalam bagi rakyat Iran, sekaligus luka bagi umat Islam dan pejuang keadilan di berbagai penjuru dunia.
Sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas, Sekretaris Jenderal Perisai Syarikat Islam Muhammad Nur Ohoitenan mendatangi rumah dinas Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Kedatangan tersebut diterima oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang diberikan oleh tokoh dan organisasi masyarakat Indonesia kepada rakyat Iran.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Nur menegaskan bahwa wafatnya Ayatullah Ali Khamenei merupakan kehilangan besar bagi dunia Islam serta simbol gugurnya seorang pemimpin yang selama ini dikenal vokal dalam perjuangan melawan penindasan dan ketidakadilan global.
“Syahidnya Ayatullah Ali Khamenei adalah luka besar bagi dunia Islam. Beliau adalah simbol perlawanan terhadap penindasan, penjajahan modern, dan ketidakadilan global,” kata Nur, Kamis (5/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan Perisai Syarikat Islam ke Kedutaan Besar Iran bukan hanya sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menegaskan komitmen moral terhadap nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas antarbangsa.
“Kami datang untuk menunjukkan bahwa perjuangan melawan penindasan tidak boleh berhenti. Dunia tidak boleh diam ketika ketidakadilan dan agresi terhadap bangsa-bangsa berdaulat terus terjadi,” ujarnya.
Perisai Syarikat Islam berharap semangat perjuangan yang diwariskan oleh Ayatullah Ali Khamenei dapat terus menginspirasi umat Islam dan masyarakat dunia untuk memperjuangkan keadilan, kemerdekaan, serta perdamaian yang sejati.
Kunjungan tersebut juga menjadi simbol persaudaraan antara rakyat Indonesia dan Iran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tegang.


