HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas paparannya soal kondisi geopolitik yang terjadi saat ini. Walaupun peperangan yang terjadi di Timur Tengah, tentu tak bisa dipungkiri dampaknya cepat tau lambat akan dirasakan Indonesia.
“Pidato beliau, kita sudah mendapatkan suatu gambaran bagaimana situasi geopolitik internasional, geoekonomi internasional, dan bagaimana posisi kita umat Islam di Indonesia ini,” kata Anwar Iskandar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Yang dapat ditangkap dari paparan Presiden adalah, bagaimana pesan yang paling besar harus dipahami oleh seluruh lapisan bangsa Indonesia, jika kunci dari keselamatan Indonesia adalah persatuan dan kesatuan.
“Bagaimana menyelamatkan negara kita, bangsa kita, dan rakyat kita, serta umat kita. Itu yang paling pokok,” ujarnya.
Oleh sebab itu, harapan besar Presiden Prabowo agar seluruh lapisan bangsa Indonesia tetap menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan kemudian diperkuat oleh pernyataan Anwar Iskandar dalam forum silaturrahmi Presiden dengan kiai an tokoh Ormas Islam tersebut.
“Kita semua dengan persatuan yang utuh dalam angka keselamatan wathoniyah atau kebangsaan kita ini, insya Allah kita akan diselamatkan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Setelah mendengar paparan dan penjelasan dari Presiden dalam pertemuan tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Kediri Jawa Timur itu pun menangkap dua poin penting.
Pertama adalah, seluruh elemen bangsa Indonesia khususnya tokoh agama dan umat Islam agar senantiasa memanjatkan doa dan meningkatkan kualitas munajat kepada Tuhan, demi memohon keamanan dan keselamatan dari Sang Khaliq. Khususnya di bulan suci Ramadan 1447 H yang saat ini masih berlangsung, karena diyakini doa-doa yang dipanjatkan di bulan Ramadan lebih mudah cepat didengar dan dipenuhi oleh Tuhan.
“Demi kebaikan keselamatan apa saja di negara kita, penting sekali untuk memohon terus kepada Allah SWT, dengan doa, dengan munajat, dengan taqarrub, dengan memperbanyak amal-amal shaleh,” seru Anwar Iskandar.
Selain peningkatan kualitas hati dan jalur keimanan, upaya jalur lahiriyah pun harus tetap dilakukan. Salah satunya adalah meningkatkan kekuatan persatuan dan kesatuan antar stakeholders.
“Penting sekali merajut kebersamaan, untuk membangun sinergitas antara kita dengan kekuatan-kekuatan yang ada di negara ini. Ulama dan umaro harus bersatu, ulama dengan TNI harus bersatu, ulama dengan Polri hari bersatu, dan ulama dengan seluruh umat beragama di negara ini harus bersatu, bagaimana, setuju?. Alhamdulillahiraabil ‘alamin,” ucapnya.
Dan yang terakhir, tokoh Islam Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU tersebut menyerukan kepada seluruh umat lintas agama, dan lintas latar belakang untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Sebab itu adalah kunci utama dari eksistensi Indonesia sebagai bangsa dan negara.
“Insya Allah ke depan demi keselamatan bangsa dan negara Indonesia, demi keselamatan umat dan rakyat Indonesia, tidak ada pilihan lain kecuali kita bergandengan tangan, kita harus merapatkan barisan, kita harus fii shaffin wahid wakalimatin wahidah biidznillahi rabbil ‘aalamin,” pungkas Anwar Iskandar.


