HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menghentikan perlombaan senjata dan memperkuat upaya membangun perdamaian global. Seruan tersebut disampaikan Guterres dalam pesannya pada peringatan Hari Internasional untuk Kesadaran Pelucutan Senjata dan Nonproliferasi yang diperingati setiap 5 Maret.
“Impian kita akan perdamaian sedang terancam,” dikutip Holopis.com, Kamis (5/3).
Guterres memperingatkan bahwa ancaman penggunaan senjata nuklir saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Ia juga menyoroti meningkatnya ketegangan global yang berdampak pada melonjaknya belanja militer di berbagai negara.
Selain itu, peredaran senjata api kecil dan ringan yang semakin meluas serta penggunaan teknologi baru dalam konflik dinilai membuat peperangan menjadi lebih mematikan.
Dalam pesannya, Guterres mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna meredakan ketegangan yang terjadi di berbagai wilayah dunia.
“Hentikan mengancam dengan senjata nuklir. Hentikan perlombaan senjata,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengalihkan fokus dari pembangunan kekuatan militer menuju upaya membangun sistem perdamaian global.
“Sudah saatnya untuk berinvestasi dalam arsitektur perdamaian, bukan peralatan perang,” ujarnya.
Menurut Guterres, langkah tersebut dapat dilakukan dengan memenuhi komitmen pelucutan senjata, membangun kembali kepercayaan antarnegara, serta memperkuat mekanisme internasional yang bertujuan mencegah proliferasi, pengujian, dan penggunaan senjata mematikan.
Ia juga menyatakan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci untuk mencegah potensi bencana akibat konflik bersenjata di masa depan.
“Bersama-sama, kita dapat mencegah malapetaka dan memastikan dunia yang aman serta damai bagi semua orang,” kata Guterres.
Sebagai informasi, Majelis Umum PBB pada Desember 2022 menetapkan tanggal 5 Maret sebagai Hari Internasional untuk Kesadaran Pelucutan Senjata dan Nonproliferasi. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya upaya pelucutan senjata di tingkat global.


