Kritik Barisan PDIP Dinilai Sandiwara Politik, Tak Rela Perut Rakyat Kenyang

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tak hanya sekadar soal angka dalam dokumen anggaran. Tetapi, menyangkut keberlangsungan hidup dan masa depan anak-anak Indonesia.

Demikian diungkapkan pengamat sosial dan kebijakan publik dari Kader Literasi Indonesia Maju (Kalima), Aiman Adnan untuk merespon polemik program MBG yang menjadi perbincangan publik menyusul kritik yang dilontarkan sejumlah politisi PDI.

Kritik sejumlah politisi PDIP itu dinilai tidak lagi semata-mata mencerminkan perbedaan pandangan kebijakan, melainkan telah berkembang menjadi narasi politik yang berpotensi mengaburkan fakta.

“MBG itu soal perut anak-anak Indonesia. Menyerangnya dengan narasi palsu sama saja dengan mengolok-olok rakyat yang hidup pas-pasan atau bahkan serba kekurangan,” tegas Aiman Adnan dalam keterangan resminya kepada wartawan, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (29/2/2026).

“Di satu sisi, anak-anak di daerah datang ke sekolah tanpa sarapan. Di sisi lain, politisi ribut soal tabel dan persentase sampai lupa esensi,” kata Aiman menambahkan.

Aiman menilai perdebatan tersebut justru membuka kembali pola lama dalam praktik politik nasional. Yakni, keras dalam pernyataan publik, namun abai terhadap keputusan yang telah diambil dalam forum resmi negara.

- Advertisement -

“Ini bukan kritik kebijakan. Ini sandiwara politik. Ribut di depan kamera, tapi lupa apa yang sudah mereka setujui bersama di Rapat Paripurna DPR,” ungkap Aiman.

Dikatakan Aiman, realitas di lapangan menunjukkan persoalan yang jauh lebih sederhana dibandingkan perdebatan elite di pusat kekuasaan yang melulu meributkan tabel dan angka-angka di anggaran negara. Aiman menilai polemik MBG memperlihatkan jarak yang kian lebar antara perdebatan elite dan realitas kehidupan masyarakat.

“Rakyat miskin butuh makan. Anak sekolah butuh gizi. Negara akhirnya hadir lewat MBG. Lalu siapa sebenarnya yang merasa terganggu?,” cetus Aiman.

Menurut Aiman, resistensi terhadap MBG mencerminkan ketidaknyamanan terhadap perubahan orientasi kebijakan negara yang mulai menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sebagai prioritas utama.

“Ini pertama kalinya negara hadir langsung di meja makan anak-anak miskin secara sistematis. Lalu ada sekelompok politikus yang merasa tidak nyaman,” ucap Aiman.

Menurut Aiman, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini sedang menjalankan mandat konstitusional untuk memperkuat generasi masa depan melalui pemenuhan kebutuhan gizi rakyat yang paling dasar. “Siapa pun yang menghalangi dengan narasi palsu, berarti berdiri berseberangan dengan kepentingan rakyat. Dan sejarah selalu punya caranya sendiri untuk mencatat,” ujar dia.

Jika polemik ini terus dipertahankan dengan narasi yang sama, tegas Aiman, maka publik boleh jadi akan memberikan penilaian yang lebih tegas. “Kalau masih ngotot menyerang MBG, ini bukan lagi soal pendidikan. Ini soal intrik politik segerombolan orang yang kita sebut partai wong licik yang munafik. tidak rela perut wong cilik kenyang,” tandasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rangga Tranggana
Muhammad Ibnu Idris
Rangga Tranggana, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU