HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari penonton internasional ketika world premiere di Berlin International Film Festival, film terbaru persembahan Come and See Pictures, Ghost in the Cell, merilis official trailer. Video berdurasi 02.33 menit tersebut menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.
Menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, film ke-12 penulis dan sutradara Joko Anwar ini menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik, dan situasi sosial yang terjadi di Indonesia, dikemas dengan cara yang memanjakan penonton secara visual dan audio.
Penulis dan sutradara Joko Anwar mengungkapkan bahwa cerita di film Ghost in the Cell adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara. Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena melihat kehidupan manusia.
“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” katanya di Jakarta, Selasa (24/2).
Di film ini, Joko juga menggunakan pendekatan berbeda. Dalam pengambilan gambar, Ghost in the Cell pun didesain layaknya pertunjukan teater, dengan total hanya 43 scene (film biasanya berisi sekitar 120 scene), dengan setiap adegan bisa berdurasi panjang. Sebab itu, jajaran ansambel film ini adalah para aktor terbaik Indonesia, untuk mewujudkan hasil yang maksimal.
Sebagai salah satu pemain, aktor Abimana Aryasatya didapuk untuk menjadi pemain utama memerankan tokoh Anggoro. Baginya, film ini akan membuka mata dan pikiran banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.
“Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan mengandalkan institusi resmi,” sebutnya.
Selain Abimana, film Ghost in the Cell dibintangi oleh Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, Ho Yuhang, serta memperkenalkan Magistus Miftah.
Film Ghost in the Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini. Ghost in the Cell dijadwalkan untuk tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026 mendatang.


