Dampak Buruk Tidur Sore Terlalu Lama bagi Kesehatan, Waspada Depresi hingga Diabetes

13 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tidur sore sering menjadi pilihan untuk mengembalikan energi setelah beraktivitas seharian. Namun, kebiasaan tidur sore terlalu lama atau mendekati waktu tidur malam ternyata dapat mengganggu pola istirahat dan berdampak negatif pada kesehatan.

Meski terlihat sepele, pola tidur yang tidak teratur bisa memicu berbagai masalah fisik dan mental. Berikut sejumlah dampak buruk tidur sore berlebihan yang perlu diwaspadai.

- Advertisement -

Tidur Sore Mengganggu Pola Tidur Malam

Tidur sore dalam durasi panjang dapat membuat seseorang sulit terlelap pada malam hari. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini bisa menyebabkan kurang tidur atau begadang.

Kurang tidur kronis berisiko mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh, mulai dari sistem hormon, metabolisme, hingga kesehatan jantung.

- Advertisement -

Meningkatkan Risiko Depresi

Salah satu dampak buruk tidur sore terlalu lama adalah terganggunya ritme sirkadian, yakni jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan pelepasan hormon.

Ketika ritme ini kacau akibat sering terjaga di malam hari, keseimbangan hormon tubuh ikut terganggu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengelola stres dan meningkatkan risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi.

Memicu Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tidur sore yang menyebabkan begadang juga berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Saat tubuh kurang tidur, sistem saraf simpatik akan aktif karena kondisi tersebut dianggap sebagai stres. Akibatnya, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol dilepaskan ke dalam aliran darah. Pelepasan hormon ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Selain itu, gangguan tidur juga memengaruhi hormon renin dan aldosteron yang berfungsi mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon ini dapat memicu retensi cairan dan natrium, sehingga tekanan darah semakin meningkat.

Peradangan pada lapisan pembuluh darah juga bisa terjadi, membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap penumpukan plak dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meningkatkan Risiko Obesitas

Kurang tidur akibat kebiasaan tidur sore berlebihan dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar. Saat begadang, tubuh memproduksi lebih banyak hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.

Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak, terutama pada malam hari. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga obesitas.

Meningkatkan Risiko Diabetes

Dampak buruk tidur sore lainnya adalah meningkatnya risiko diabetes. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan toleransi glukosa dan mengganggu sensitivitas insulin.

Kedua kondisi tersebut berperan dalam gangguan metabolisme gula darah. Jika berlangsung dalam jangka panjang, risiko terjadinya diabetes tipe 2 pun meningkat.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru