HOLOPIS.COM, JAKARTA – BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) telah mengamankan ratusan orang yang diduga terlibat dalam pendanaan terorisme.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Penindakan BNPT Brigjen Mochamad Rosidi di Jakarta pada Kamis (12/2).
“Ada 230 orang yang ditangkap karena memberikan bantuan pendanaan bagi kelompok-kelompok teroris,” kata Rosidi dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
Tak hanya itu, Rosidi mengungkapkan ada sebanyak 362 orang yang disidangkan terkait giat terorisme yang telah terjadi belakangan ini.
“Mayoritas terafiliasi dengan kelompok ISIS,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Rosidi menyampaikan bahwa kegiatan pendanaan terorisme pada periode 2023-2025 terus mengalami perubahan.
“Pendanaan terorisme juga bersifat adaptif menyesuaikan perkembangan zaman dengan 16 kasus pendanaan melalui berbagai metode pengumpulan dana yang bisa mencapai Rp 5 miliar,” ujarnya.
Kendati demikian, Rosidi pamer bahwa pada periode itu, ada 27 serangan teroris yang berhasil dicegah. Selanjutnya, kata dia, ada sebanyak 11 wanita yang terlibat dalam kegiatan terorisme di Indonesia.
Adapun, peran-peran wanita dalam kegiatan terorisme meliputi admin grup media sosial, memproduksi konten propaganda, menggalang dana serta mengkoordinir komunikasi para kelompok teroris.
Selain itu, Rosidi juga mencatat ada 137 pelaku aktif yang menyalahgunakan ruang digital untuk kegiatan terorisme, 32 pelaku terpapar secara daring dan bergabung dengan jaringan teroris.
Kemudian, ada 17 pelaku yang melakukan kegiatan terorisme di ruang digital tanpa terlibat langsung dengan jaringan teroris.
“Dari data yang ada, penyalahgunaan ruang digital yang dilakukan oleh para teroris terus berkembang,” tutupnya.

