Ngeri! Iran Ogah Tunduk dengan AS soal Rudal Balistik, Pezeshkian Kirim Pesan Keras

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Iran menegaskan ogah berkompromi dengan Amerika Serikat (AS) terkait rudal balistiknya. Cara AS yang bersikeras mencampuri urusan rudal balistik membuat perundingan dengan Iran jadi terhambat.

Tokoh militer yang juga Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani mengkritik AS soal syarat perundingan yang mesti menyenggol rudal balistik Iran.

- Advertisement -

“Kemampuan rudal Republik Islam tidak dapat dinegosiasikan,” demikian pernyataan Shamkhani yang dikutip dari Aljazeera, Kamis, (12/2/2026).

Omongan Shamkhani itu dilontarkan juga merespons serangkaian perundingan antara pejabat AS dan Iran pekan lalu di Oman yang gagal menghasilkan terobosan. Iran ingin pembicaraan fokus secara eksklusif pada isu-isu nuklir.

- Advertisement -

Sementara, AS mendorong untuk juga membahas program rudal balistik Iran dan aliansi regional.

“Pihak Iran mengatakan kami siap untuk membicarakan nuklir. Tetapi kami tidak siap untuk membicarakan rudal balistik,” kata Ali Hashem dari AlJazeera yang melaporkan langsung dari Teheran, Iran.

Menurut Hashem, jika Iran ogah tunduk soal rudal balistik maka bakal jadi masalah besar bagi AS.

Hashem melaporkan sebagian warga Iran masih dihantui kenangan perang 12 hari dengan Israel dan AS pada Juni 2025. Serangan Israel-AS itu menewaskan sekitar 610 warga Iran.

Sebagian warga Iran khawatir akan prospek konflik yang kembali terjadi.

“Banyak orang di sini cukup khawatir ini bisa berujung pada sesuatu yang tidak menguntungkan,” kata Hashem.

Gertakan Donald Trump

Presiden AS Donald Trump sudah melontarkan sejumlah pernyataan terkait negosiasi itu. Meskipun, dia mengklaim perundingan putaran pertama ‘sangat baik’, Trump juga mengancam akan melakukan tindakan militer jika Iran tak memenuhi tuntutan AS.

“Kita akan mencapai kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti sebelumnya,” kata Trump kepada media AS Axios pada Selasa, (10/2/2026).

Trump juga menyampaikan ancaman untuk mengirimkan kapal induk kedua ke arah Iran. Omongan Trump itu sebagai gertakan yang mengancam merujuk aksi AS yang membom tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa negaranya siap untuk membuktikan sifat damai dari program nuklirnya. Tapi, ia menegaskan Iran tak akan menyerah pada tuntutan AS yang berlebihan.

“Iran kami tidak akan menyerah dalam menghadapi agresi, tetapi kami terus berdialog dengan sekuat tenaga dengan negara-negara tetangga untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan ini,” kata Pezeshkian.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru