HOLOPIS.COM, MUMBAI – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI memproyeksikan potensi transaksi ekonomi sebesar Rp48 miliar dalam ajang Outbound Travel Mart (OTM) 2026 yang berlangsung di Jio World Convention Centre, Mumbai, pada 5–7 Februari 2026. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah dalam mengonversi tingginya daya beli pasar India menjadi devisa pariwisata.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan bahwa partisipasi tahun ini merupakan langkah strategis untuk mengejar target kunjungan 40 ribu wisatawan asal India. Nilai transaksi yang dibidik tersebut meningkat sekitar 18% dibandingkan capaian OTM 2024 yang tercatat sebesar Rp40,7 miliar.
“Kami membawa 30 delegasi industri yang mencakup agen perjalanan, penyedia akomodasi, hingga atraksi wisata. Penguatan promosi dan kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan arus wisatawan internasional dari India secara signifikan,” ujar Made dalam keterangan resminya, Jumat (6/2/2026).
Secara sektoral, Kemenpar memobilisasi variasi pelaku usaha yang terdiri dari 20 Destination Management Company (DMC), 5 agen perjalanan, 2 hotel, 2 restoran, serta 1 pengelola atraksi wisata. Komposisi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar India yang beragam, mulai dari segmen leisure, wellness, hingga MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar berbasis data ekonomi, Kemenpar juga telah menyelenggarakan Sales Mission di Chennai pada 3 Februari 2026. Pemilihan Chennai didasari pada profil makroekonomi kota tersebut yang memiliki populasi metropolitan lebih dari 11 juta jiwa dengan pertumbuhan kelas menengah-atas yang pesat.
“Chennai adalah pasar strategis dengan tingkat literasi tinggi dan daya beli yang terus meningkat. Karakteristik masyarakatnya yang aktif melakukan perjalanan internasional untuk tujuan spiritual dan bisnis menjadikannya ceruk pasar yang sangat potensial bagi devisa kita,” tambah Made.
Data Kemenpar menunjukkan tren pertumbuhan positif dari pasar India. Sepanjang tahun 2025, kunjungan wisatawan India ke Indonesia tercatat sebanyak 734.490 kunjungan, tumbuh 3,42 persen (y-o-y) dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 710.688 kunjungan.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I, Dedi Ahmad Kurnia, menekankan bahwa dengan populasi India yang mencapai 1,47 miliar jiwa, skala ekonomi pasar ini tidak bisa diabaikan. “Kehadiran kita di OTM 2026 bukan sekadar promosi, melainkan upaya memperkuat branding ‘Wonderful Indonesia’ sebagai destinasi utama guna memenangkan kompetisi di pasar outbound Asia,” tuturnya.
Dalam pembukaan pameran, Paviliun Indonesia juga menerima penghargaan Tourism Excellence Awards dari OA Globe DMC atas kontribusinya dalam memperkuat ekosistem industri perjalanan antara kedua negara. Sinergi ini turut didukung oleh KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai sebagai bentuk diplomasi ekonomi terpadu pemerintah Indonesia di luar negeri.


