Jangan Sampai Kena ‘Blush Blindness’ Ini Tren Makeup Berlebihan yang Bisa Jadi Bencana

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tren makeup blush blindness belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan generasi Z. Istilah ini merujuk pada kebiasaan menggunakan blush secara berlebihan hingga tampilan wajah terlihat terlalu merona tanpa disadari pemakainya.

Sobat Holopis, tren ini muncul seiring meningkatnya popularitas makeup bergaya natural yang menonjolkan tampilan kulit segar dan sehat. Namun, penggunaan blush yang terlalu banyak justru dapat mengubah kesan natural menjadi tampilan yang terlalu mencolok dan kurang seimbang.

Fenomena ini banyak terjadi karena tren makeup saat ini sering dipengaruhi konten media sosial. Teknik riasan yang terlihat menarik di kamera belum tentu menghasilkan tampilan yang sama dalam kondisi pencahayaan normal.

1. Terpengaruh Tren Makeup Viral di Media Sosial

Tutorial makeup yang viral sering menjadi acuan banyak orang dalam merias wajah. Tidak sedikit pengguna yang mencoba meniru tampilan makeup tanpa menyesuaikan dengan bentuk wajah, jenis kulit, maupun warna kulit masing-masing.

Padahal, setiap wajah memiliki struktur yang berbeda. Penggunaan blush yang terlalu tebal pada area tertentu dapat membuat proporsi wajah terlihat kurang seimbang. Selain itu, tren yang sedang populer biasanya menggunakan teknik layering blush untuk menciptakan efek pipi merona, sehingga berpotensi membuat seseorang tanpa sadar menggunakan produk secara berlebihan.

Media sosial juga mendorong munculnya standar visual tertentu yang membuat banyak orang ingin tampil mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan.

- Advertisement -

2. Efek Kamera, Filter, dan Pencahayaan Bisa Menipu Warna Makeup

Salah satu penyebab utama blush blindness adalah perbedaan tampilan warna antara kamera dan kondisi nyata. Pencahayaan studio, ring light, maupun filter media sosial dapat membuat warna blush terlihat lebih pudar di layar. Kondisi tersebut sering membuat seseorang menambahkan produk lebih banyak agar warna terlihat jelas saat direkam. Namun, ketika dilihat langsung tanpa pencahayaan khusus, warna blush justru dapat terlihat terlalu pekat.

Selain itu, kamera cenderung meredam dimensi wajah sehingga penggunaan blush sering ditingkatkan untuk menciptakan efek wajah lebih hidup di layar. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa makeup yang terlihat seimbang di kamera dapat tampak berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kurangnya Pemahaman Mengenai Teknik Aplikasi Blush

Penggunaan blush tidak hanya bergantung pada jumlah produk, tetapi juga teknik aplikasi. Banyak orang langsung mengaplikasikan produk dalam jumlah banyak tanpa membaurkan warna secara bertahap. Teknik pengaplikasian yang disarankan biasanya dimulai dengan jumlah produk sedikit, kemudian ditambahkan secara perlahan sesuai kebutuhan. Cara ini membantu menciptakan gradasi warna yang lebih natural dan mudah dikontrol.

Selain itu, posisi aplikasi blush juga berpengaruh terhadap hasil akhir riasan. Penempatan blush yang terlalu rendah dapat membuat wajah terlihat lebih berat, sementara aplikasi yang terlalu tinggi dapat memberikan kesan berbeda pada bentuk wajah.

4. Pemilihan Warna yang Tidak Sesuai Undertone Kulit

Pemilihan warna blush yang tepat berperan penting dalam menciptakan tampilan riasan yang seimbang. Warna yang tidak sesuai dengan undertone kulit dapat membuat blush terlihat terlalu mencolok atau justru tampak kusam.

Umumnya, warna peach dan coral cocok untuk undertone hangat, sementara warna pink dan mauve sering digunakan untuk undertone dingin. Pemilihan warna yang tepat membantu menciptakan efek pipi merona yang terlihat alami.

5. Cara Menghindari Blush Blindness

Sobat Holopis dapat menghindari penggunaan blush berlebihan dengan beberapa langkah sederhana. Mengaplikasikan blush secara tipis dan bertahap menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengontrol intensitas warna.

Selain itu, mengecek hasil makeup di berbagai pencahayaan, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, dapat membantu memastikan warna blush terlihat seimbang. Menggunakan kuas atau spons yang bersih juga membantu proses blending agar warna terlihat lebih halus.

Fenomena blush blindness menunjukkan bahwa tren makeup yang viral tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter wajah masing-masing. Kesadaran terhadap teknik aplikasi, pemilihan warna, serta pengaruh pencahayaan menjadi kunci agar riasan tetap terlihat natural dan nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU