HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa terhadap Prabowo Subianto untuk dua periode dinilai Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, sebagai bagian dari strategi politik Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang membaca dinamika Pilpres 2029 bergerak mendahului waktu.
Menurut Arifki, PKB ingin menempatkan diri sejak awal sebagai partai yang konsisten mendukung pemerintahan Prabowo. Dukungan dua periode dipahami sebagai penegasan posisi politik, sekaligus upaya membangun kepercayaan di dalam koalisi pemerintahan.
“PKB sedang menawarkan opsi alternatif kepada Presiden Prabowo di balik pernyataan Jokowi yang menyebut Prabowo–Gibran dua periode. PKB memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat loyalitasnya agar tetap relevan dalam skema kekuasaan Prabowo,” ujar Arifki kepada Holopis.com, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai, sikap PKB tersebut mencerminkan kehati-hatian dalam membaca dinamika politik ke depan. Isu calon wakil presiden dinilai masih terlalu dini untuk dibuka ke ruang publik karena justru berpotensi merugikan posisi Cak Imin.
“PKB memilih menjaga fleksibilitas. Selama nama wapres belum disebut, ruang komunikasi politik tetap terbuka. Pola ini serupa dengan strategi PKB pada Pilpres 2024. Awalnya bersama Prabowo, tetapi ketika peluang menjadi cawapres dinilai kecil, Cak Imin memilih berduet dengan Anies Baswedan. Dalam politik, meminta maaf sering kali lebih mudah daripada meminta izin,” kata Arifki.
Dalam konteks bursa cawapres, Arifki menegaskan bahwa Muhaimin Iskandar tetap menjadi figur sentral di internal PKB. Meski belum didorong secara terbuka, Cak Imin dinilai masih memiliki posisi strategis dalam kalkulasi politik partai menuju 2029.
Ia juga menyoroti mulai bergeraknya sejumlah aktor dan partai politik, termasuk dukungan terbuka terhadap Anies Baswedan serta sinyal keterlibatan Jokowi dalam kontestasi politik ke depan. Kondisi ini, menurut Arifki, membuka peluang bagi Cak Imin untuk memulai negosiasi politik lebih awal dengan Prabowo.
“Dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode dapat dibaca sebagai langkah politik Cak Imin. Bukan hanya untuk menjaga hubungan kekuasaan saat ini, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi dinamika politik nasional ke depan, termasuk membuka opsi kursi cawapres,” tutup Arifki.
Diketahui sebelumnya, bahwa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengumumkan partainya mendukung Prabowo Subianto menjadi presiden dua periode. Dia mengaku puas dengan kepemipinan Prabowo.
“Kami puas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun bahkan sepuluh tahun yang akan datang,” kata Cak Imin usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Dia tak menjawab tegas saat ditanya apakah PKB juga mendukung Gibran Rakabuming Raka menjadi Wakil Presiden pada Pilpres 2029. Cak Imin menyebut belum ada pembahasan di internal PKB soal calon wakil presiden yang akan didukung pada Pilpres mendatang.
“Oh, belum dibahas. Belum. Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode lah,” jelasnya.

