Banjir Jakarta Terus Berulang, Modifikasi Cuaca Hanya Doping Bukan Solusi

11 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang gencar mengatasi banjir Jakarta dengan operasi mofidikasi cuaca atau OMC dikritik. Pramono diminta jangan hanya mengandalkan OMC untuk persoalan banjir Jakarta.

Wakil Ketua Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia, Azas Tigor Nainggolan menyampaikan demikian karena dalam sebulan ini, Jakarta diterjang banjir serius dengan banyak masyarakat jadi korban. Dia menyoroti imbas banjir, ada warga meninggal dunia hingga 1.500 orang warga harus mengungsi.

- Advertisement -

Begitu pun menurutnya dampak lainnya yaitu pemukiman warga terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Selain itu, puluhan ruas jalan macet karena tergenang air banjir setinggi 60 Cm.

Dia bilang sebelum banjir besar, Pemprov DKI juga sudah melakukan modifikasi cuaca untuk mengendalikan hujan di Jakarta. “Tetapi tetap saja turun hujan cukup deras di Jakarta dan jadilah banjir Jakarta,” kata Tigor, dalam keterangannya, Selasa, (27/1/2026).

- Advertisement -

Tigor bilang penyebab banjir Jakarta karena tingginya curah hujan, ditambah banjir kiriman dari Puncak dan Bogor Jawa Barat. Selain itu, kondisi banjir rob dari pesisir Jakarta dan drainase dan got mampet berkepanjangan juga jadi pemicu lain.

“Musim hujan sekarang ini tambah tinggi dan cuaca buruk juga diakibatkan adanya dampak perubahan iklim yang tidak diantisipasi baik,” jelas Tigor.

Hanya Doping

Tigor mengkritisi modifikasi cuaca hanya untuk mengurangi dan mengalihkan hujan ke laut. Kata dia, modifikasi cuaca bukanlah satu-satunya cara mengatasi banjir di Jakarta. “Modifikasi cuaca hanyalah “doping” untuk memaksa hujan alam berpindah ke tempat lain seperti ke kawasan laut,” ujar Tigor.

Ia mengibaratkan, doping tak boleh digunakan atau dikonsumsi terus menerus karena dikhawatirkan bakal merusak.

“Sementara air laut sekarang ini juga sedang tinggi dan menjadi banjir rob menyebabkan banjir ke tengah kota Jakarta,” tuturnya.

Menurutnya, banjir rob juga merusak sistem drainase yang menyebabkan air hujan dari langit. Selain itu, banjir kiriman dari Bogor tidak lancar jalannya ke laut.

“Seharusnya langkah yang dilakukan adalah menjawab masalah dari penyebabnya. Memperbaiki sesuai kebutuhan mengatasi banjir,” jelas Tigor.

Tigor menjelaskan Jakarta mesti menangani dan menyelesaikan dua penyebab lain banjir jakarta. Penyebabnya pertama soal rusak sistem keluar masuk air dalam got atau drainase Jakarta dari tengah kota ke laut dan sebaliknya.

“Penyebab atau masalah kedua adalah minimnya ruang resapan air di tengah kota termasuk daerah pantai,” ujar Tigor.

Kata dia, ruang resapan air dihabidi untuk pembangunan perumahan mewah, lapangan golf atau juga kawasan industri.

“Jadi, kedua masalah atau penyebab ini harusnya diselesaikan oleh kota Jakarta. Pertama yang harus dilakukan memperbaiki sistem dan sarana drainase sebagai alat pengelolaan air masuk dan keluar kota Jakarta,” kata Tigor.

Dia menyarankan agar Kota Jakarta jangan terus-terusan mengekploitasi, memaksa kehendak dengan melakukan modifikasi cuaca secara berlebihan.

Bagi Tigor, keliru jika terus melakukan modifikasi cuaca karena menyalahkan lalu melawan alam semesta. “Kita lah yang salah telah merusak alam semesta ini. Modifikasi cuaca terus menerus itu menyiksa dan kembali merusak alam semesta untuk kemauan kita,” ujar Tigor.

Menurut dia, penting untuk melakukan perbaikan serta edukasi sebagai manusia yang ramah dalam menjaga alam semesta. Dengan demikian, alam pun bersahabat dengan manusia.

“Banjir yang dialami Jakarta itu adalah peringatan dari alam semesta kepada kita agar segera memperbaiki alam dan tata kelola kota Jakarta,” sebut Tigor.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
11 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis