HOLOPIS.COM. JAKARTA – Iran tak gentar dengan ancaman serangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Otoritas Iran dengan tegas memperingatkan setiap serangan berarti tantangan untuk perang.
Iran menyatakan siap perang habis-habisan melawan serangan AS. Pernyataan itu disampaikan di tengah kedatangan armada kapal induk AS dan aset militer lainnya di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Salah seorang pejabat senior Iran berharap agar maksud AS bukan untuk melakukan konfontasi nyata. Pejabat itu memastikan militer Iran tengah siaga tinggi.
“Kami berharap peningkatan kekuatan militer ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata – tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran,” kata pejabat senior Iran dikutip dari Times of Israel, Minggu, (23/1/2026).
Dia bilang Iran jika diserang lebih dulu maka tak akan merespons dengan serangan terbatas.
“Kali ini kita akan memperlakukan setiap serangan terbatas, tidak terbatas, atau mendadak,” ujar pejabat itu.
Presiden AS Donald Trump sebelumnnya menyampaikan pada hari Jumat bahwa AS memiliki banyak kapal yang tengah menuju Iran. Namun, kepala negara kontroversial itu juga berharap tak perlu menggunakan kapal militer untuk melakukan serangan.
“Berharap kita tidak perlu menggunakannya,” ujar Trump dikutip dari Jerusalem Post.
Juru Bicara Israel Defense Forces (IDF) Brigjen Effie Defrin menyampaikan pihaknya siap untuk menanggapi situasi apa pun.”
“Penting untuk ditekankan bahwa tidak ada perubahan dalam instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri,” kata Defrin.
Sebelumnya, Trump buka opsi untuk berdialog dengan Iran. Sikap Trump itu diperlihatkan sebelum meninggalkan Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Presiden AS ke-45 dan 47 itu menyinggung kemungkinan menggunakan serangan militer terhadap Iran. Dia menyebut banyak orang yang tewas di Iran imbas demo besar yang melanda negara Tanah Persia itu.
“Kita memiliki armada yang menuju ke arah mereka, mereka tahu apa yang kita inginkan,” tutur Trump.
Tensi memanas antara Iran dengan AS dan Israel yang meningkat sejak akhir Desember 2025. Aksi demo berdarah terjadi di berbagai wilayah Iran karena memburuknya kondisi ekonomi negara.
Teheran menuduh AS dan Israel yang berada di balik layar demo besar disertai kerusuhan dengan menewaskan banyak warga sipil. AS pun melempar dalih siap melakukan intervensi militer ke Iran. Langkah AS itu diduga untuk menggulingkan rezim ulama Iran.

