Greenland dan Denmark Akui Negosiasi dengan AS Masih Jauh dari Kesepakatan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt dan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyatakan bahwa negosiasi yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) masih belum menunjukkan hasil sesuai harapan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (07/02).

Keduanya berbicara dalam konferensi pers trilateral bersama Kanada yang digelar di Nuuk, bertepatan dengan pembukaan konsulat pertama Kanada di ibu kota Greenland tersebut. Motzfeldt mengakui situasi diplomatik saat ini lebih baik dibandingkan sebulan lalu, terutama setelah terbentuknya jalur komunikasi langsung dengan Washington.

Namun, ia menegaskan bahwa posisi Greenland dalam proses negosiasi tersebut belum memuaskan. Menurut Motzfeldt, kesepakatan akhir masih belum dekat dan pembicaraan masih berada pada tahap awal.

“Posisi kami masih belum sesuai harapan kami, dan jalan yang harus ditempuh masih panjang. Jadi, masih terlalu dini untuk mengatakan seperti apa hasil akhirnya,” ujar Motzfeldt, dikutip Holopis.com, Minggu (8/2).

Sementara itu, Rasmussen menekankan bahwa Denmark sejak awal telah menetapkan batasan yang tidak dapat ditawar. Ia menyatakan optimisme bahwa solusi tetap bisa dicapai selama prinsip-prinsip tersebut dihormati.

“Kami telah menyatakan dengan sangat jelas sejak awal bahwa setiap solusi harus menghormati garis merah kami,” kata Rasmussen. Ia menambahkan bahwa solusi semacam itu menurutnya tetap memungkinkan.

- Advertisement -

Meski demikian, Rasmussen menolak membeberkan rincian pembicaraan dengan AS. Ia menyebut proses negosiasi tidak dilakukan secara terbuka dan masih berfokus pada upaya mempertemukan para pihak dalam ruang dialog yang layak.

Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, dengan Kopenhagen memegang kendali atas urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri. Isu hubungan dengan AS kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump sejak kembali menjabat pada 2025 beberapa kali menyatakan keinginannya untuk “mendapatkan” Greenland, yang memicu reaksi keras dari sejumlah negara Eropa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Greenland dan komunitas Inuit, Kanada dan Prancis membuka konsulat baru di Nuuk pada Jumat (06/02). Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal solidaritas internasional di tengah dinamika geopolitik yang meningkat di kawasan Arktik.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU