HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan keprihatinan atas meningkatnya pernyataan bernada militer seputar situasi di Iran. PBB menilai eskalasi retorika tersebut berpotensi memperkeruh stabilitas kawasan dan memicu ketegangan global.
“Tentu saja, kami sangat khawatir dengan meningkatnya retorika bernada militeristik yang kita lihat sedang terjadi terkait situasi di Iran,” ujar juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dikutip Holopis.com (13/1).
Dujarric menekankan pentingnya peran negara-negara anggota untuk meredam ketegangan melalui jalur dialog.
“Sangat penting bagi seluruh negara anggota untuk mendorong diplomasi, bukan retorika militer,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan pembatalan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran. Keputusan itu disampaikan sehari setelah Trump menyatakan bahwa setiap negara yang melakukan bisnis dengan Iran akan dikenai tarif sebesar 25 persen atas transaksi dengan Amerika Serikat.
Di saat bersamaan, laporan menyebut Pentagon tengah menyampaikan berbagai opsi serangan militer terhadap Iran kepada Presiden AS. Opsi tersebut diklaim lebih luas dibandingkan skenario yang sebelumnya diketahui publik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan sikap negaranya yang tetap waspada menghadapi kemungkinan konflik. Dalam wawancara terpisah, Araghchi menegaskan Iran siap menghadapi perang, namun masih membuka pintu dialog.
Pernyataan Araghchi disampaikan setelah Trump menyebut militer AS tengah mempertimbangkan ‘opsi yang sangat kuat’ dalam menyikapi situasi dengan Teheran.


