Arab Saudi Cs Diam-diam Lobi Trump Agar AS Tak Menyerang Iran

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) didesak agar tak mengerahkan kekuatan militer untuk menyerang Iran. Sebab, jika AS menyerang Iran maka akan berdampak terhadap ketidakstabilan ekonomi dan politik kawasan.

Demikian desakan itu disuarakan negara-negara Arab yang berbatasan dengan Teluk Persia. Dari laporan Anadolu mengutip Wall Street Journal, bahwa Arab Saudi, Oman dan Qatar diam-diam sudah melobi pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Lobi dilakukan negara Teluk setelah Gedung Putih memperingatkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan terhadap Teheran.

Meskipun negara Teluk terkesan diam di depan umum, tapi mereka mendesak agar pejabat AS yang punya pengaruh di balik layar untuk pertimbangkan kembali opsi menyerang Iran.

Menurut para pejabat Teluk Arab, setiap upaya militer menggulingkan rezim Iran bisa mengganggu pengiriman minyak global melalui Selat Hormuz. Jalur Selat Hormuz itu merupakan akses penting dalam lalu lintas pasokan minyak dunia.

Negara Teluk khawatir jika AS melakukan serangan itu akan berdampak negatif di dalam negeri. Konsekuensi yang dikhawatirkan seperti kemunduran ekonomi, dan potensi pembalasan jika pasukan AS bertindak.

- Advertisement -

Adapun para pejabat Saudi dilaporkan juga sudah memberi tahu Teheran. Saudi tak akan berpartisipasi dalam konflik apa pun atau mengizinkan akses wilayah udara Amerika. Saudi ingin menghindar dari konfrontasi langsung.

“Presiden mendengarkan berbagai pendapat tentang isu apa pun, tetapi pada akhirnya membuat keputusan yang menurutnya terbaik,” demikian pernyataan pejabat Gedung Putih.

Presiden Donald Trump sejauh ini belum membuat keputusan akhir. Namun, Trump belum lama ini memposting di media sosial Denham menulis “BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN,”. Unggahan Trump itu mendesak para demonstran Iran untuk terus berjuang.

Para pemimpin Teluk khawatir tentang ketidakpastian Iran jika Ali Khamenei lengser. Kondisi itu termasuk kemungkinan pergeseran kekuasaan ke Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atau mengakibatkan kekacauan regional.

“Mereka tidak menyukai rezim Iran. Tapi, mereka juga sangat membenci ketidakstabilan,” kata eks Duta Besar AS Michael Ratney.

Saudi yang punya visi penting dalam mendiversifikasi ekonominya, menilai ketenangan regional sebagai hal yang penting. Para analis memprediksi hasil yang lebih disukai negara-negara Teluk dengan reformasi domestik di Iran daripada keruntuhan rezim.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU