HOLOPIS.COM, JAKARTA – Insiden pengeroyokan siswa terhadap seorang guru di SMKN 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi yang viral di media sosial jadi sorotan luas. Polisi hingga pemerintah daerah pun sampai turun tangan untuk melakukan mediasi.
Sekolahnya jadi sorotan, perwakilan siswa pun angkat bicara. Seorang siswi yang jadi perwakilan siswa SMKN 3 itu menyampaikan permintaan maaf terhadap semua intansi yang dibuat repot imbas insiden viral pengeroyokan itu.
“Kami ingin menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat terhadap masalah ini,” kata siswa itu dalam video yang dikutip Holopis.com pada Jumat, (16/1/2026).
Dia juga menyampaikan permintaan maaf atas tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru Bahasa Inggris bernama Agus itu. Menurutnya, oknum guru itu sering menindas siswa di sekolah.
“Dan, tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru saya juga minta maaf karena oknum tersebut sering menindas kami di SMKN 3,” jelas siswa itu.
Menurut dia, para siswa ingin agar guru tersebut dipindahkan sehingga tak mengajar lagi di SMKN 3.
“Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain karena kami merasa tidak nyaman kalau beliau masih ada di SMKN 3,” tuturnya.
Pihak kepolisian melalui Polres Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melakukan mediasi terkait insiden pengeroyokan siswa terhadap seorang guru di SMKN 3.
Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra menjelaskan mediasi dilakukan di ruang majelis guru. Proses mediasi dihadiri unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, serta perwakilan Dinas Pendidikan Jambi.
“Kami berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara adil dan kondusif,” kata AKBP Ade Chandra di Tanjab Timur.
Insiden itu bermula guru bernama Agus tak terima dengan ada seorang siswa di kelas yang meneriakinya dengan bahasa tak sopan. Agus pun masuk ke dalam kelas.
Saat itu, dari pengakuannnya, ia ditantang ribut oleh siswa yang meneriakinya. Agus kemudian menampar wajah siswa itu.
Faktor itu yang diduga jadi penyebab Agus dikeroyok sejumlah siswa di sekolah. Meski sempat melawan, Agus jadi bulan-bulanan para siswanya. Insiden pengeroyokan itu pun viral di media sosial.

