HOLOPIS.COM, JAKARTA – Founder Kontra Narasi sekaligus Direktur Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama menilai, kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dengan slogan PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) telah menorehkan keberhasilan di berbagai bidang, baik penegakan hukum, pelayanan publik, hingga menagwal program pemerintah.
“Kesuksesan ini bagian dari transformasi Polri yang diganungkan pada tahun 2025, untuk institusi ini terus berbenah,” kata Sandri Rumanama dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Selasa (13/1/2026).
Sandri menjelaskan, transformasi Polri telah memberi penekanan pada pembenahan budaya organisasi sebagai fondasi dan indikator utama di institusi Korps Bhayangkara itu.
“Pembenahan budaya organisasi itu melengkapi reformasi struktural dan fundamental guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Aktivis berdarah Maluku itu mengatakan, analisa dan trafficking data menunjukkan kepercayan publik kepada institusi Polri meningkat. Ia pun menepis ucapan nyinyir yang menganggap kepercayaan pada Polri hanya sebatas klaim.
“Ini bukan klaim ya, ini fakta dan data, gitu loh. Rumah Politik Indonesia sudah merilis hasil survei mereka, bahwa 76,2 Persen Publik Optimistis Transformasi Polri di 2026,” ucap Sandri.
Optimisme ini, lanjut Sandri, muncul karena melihat kinerja personil Polri yang dinilai terus berbenah dari tahun ke tahun. Bahkan ia pun mengatakan jika reformasi telah membawa Polri ke arah yang jauh lebih baik lagi.
“Polri telah bertaransformasi menjadi alat negara yang dekat dengan rakyat, menciptkan sumber daya manusia personil Polri yang handal, humanis, komuniktif dan kolaboratif,” pungkasnya.


