Ia berharap solidaritas ini dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk bantuan darurat saat bencana, tetapi juga dalam penguatan organisasi, pendidikan, dan pendampingan di basis-basis SPI.
“Harapannya, bantuan ini tidak berhenti hanya karena bencana, tetapi terus berlanjut dalam bentuk penguatan organisasi dan pendidikan petani,” tambahnya.
Dari basis Salahaji, Sabran, petani anggota SPI, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia mengungkapkan bahwa pascabanjir, masyarakat desa mengalami kesulitan besar, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Alhamdulillah bencana sudah berlalu. Bantuan ini sangat kami butuhkan karena masyarakat kesulitan mencari bahan pangan. Bantuan ini luar biasa karena datang dari petani-petani kita sendiri,” ujar Sabran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan Bakti SPI yang terlibat dalam Karavan Solidaritas Petani, serta berharap adanya dukungan lanjutan bagi masyarakat terdampak.
Hal serupa disampaikan Neneng, petani perempuan dari Basis SPI Salahaji. Ia menceritakan kondisi rumah dan ladang warga yang rusak akibat banjir lumpur.
“Karena banjir, rumah penuh lumpur, barang-barang rusak. Ternak ayam banyak yang mati, lembu juga. Ladang yang dekat rumah habis tanamannya,” tutur Neneng.
Menurutnya, bantuan pangan dan benih lokal yang diterima sangat membantu kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi modal awal untuk kembali bertani.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Kami memang sangat membutuhkan, bukan hanya soal rumah, tapi juga kesehatan dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Neneng mengaku sangat terharu menerima bantuan dari petani-petani SPI di berbagai daerah yang tidak saling mengenal, namun memiliki rasa senasib dan sepenanggungan.
“Kami tidak kenal mereka dan mereka tidak kenal kami secara langsung, tapi mereka mau membantu. Inilah solidaritas yang paling tinggi. Saya sangat berterima kasih,” ungkapnya.
Setelah penyaluran bantuan di Basis SPI Salahaji, Kabupaten Langkat, Tim Karavan Solidaritas Petani SPI melanjutkan perjalanan menuju Aceh. Di wilayah Aceh, karavan dijadwalkan menyalurkan bantuan di tiga titik, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Bireuen.


