Purbaya Semringah, Seluruh Asumsi Makro APBN 2025 Capai Target

28 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, bahwa seluruh asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 terjaga sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.

Purbaya menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mampu tumbuh sesuai asumsi makro APBN, yakni sebesar 5,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kinerja ekonomi tersebut didorong oleh aktivitas ekonomi yang tetap solid hingga akhir tahun.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Pertumbuhan ekonomi 5,2 persen sepanjang 2025 dengan asumsi kuartal IV-2025 tumbuh 5,45 persen,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Desember 2025 di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, dikutip Holopis.com, Kamis (8/1/2026).

Dari sisi stabilitas harga, inflasi tercatat sedikit berada di atas target pemerintah sebesar 2,5 persen. Hingga Desember 2025, inflasi mencapai 2,92 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga tercatat melemah dibandingkan asumsi APBN 2025 sebesar Rp16.000 per dolar AS, dengan realisasi mencapai Rp16.475 per dolar AS.

- Advertisement -

Adapun indikator pasar keuangan menunjukkan kinerja yang lebih baik dari proyeksi. Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang ditargetkan sebesar 7 persen, terealisasi lebih rendah di level 6,71 persen pada akhir 2025. Sementara harga minyak mentah Indonesia juga berada di bawah asumsi APBN sebesar US$82 per barel, dengan realisasi hanya mencapai US$67,95 per barel.

Untuk sektor energi, Purbaya menyebut lifting minyak hingga November 2025 tercatat sebesar 577,6 ribu barel per hari, masih di bawah target 605 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas mencapai 965,5 ribu barel setara minyak per hari, dari target 1.005 ribu barel setara minyak per hari.

Defisit APBN 2025 Terjaga di 2,92 Persen

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga melaporkan bahwa defisit APBN per Desember 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari PDB. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan defisit APBN tahun anggaran 2024 yang berada di level 2,3 persen dari PDB.

Purbaya menjelaskan, peningkatan defisit tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang bersifat countercyclical.

“Defisit naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen, ini misi menjaga ekonomi ekspansi ini kebijakan countercyclical. Saya buat defisit 0 juga bisa tapi ekonomi morat marit,” kata Purbaya.

Meski defisit mengalami kenaikan, Purbaya optimistis kondisi fiskal nasional akan membaik ke depan seiring dengan menguatnya fondasi ekonomi dan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4 persen, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara

Selain defisit APBN, Purbaya menyampaikan keseimbangan primer hingga akhir 2025 tercatat mengalami defisit sebesar Rp180,7 triliun. Dari sisi pendapatan negara, realisasi mencapai Rp2.756,3 triliun atau setara 91,7 persen dari target APBN.

Pendapatan negara tersebut ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 miliar, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp534,1 triliun.

Sementara itu, belanja negara hingga akhir 2025 tercatat mencapai Rp2.602,3 triliun atau sekitar 96,3 persen dari total pagu APBN. Pemerintah memastikan belanja tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
28 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis