HOLOPIS.COM, JAKARTA – Usai menggulingkan Nicolas Maduro, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus bermanuver dengan melakukan ancaman ke negara lain. Kini, Greenland yang merupakan wilayah Denmark dengan pemerintahan sendiri ingin dicaplok AS.
Penculikan Maduro juga memunculkan kekhawatiran meningkatnya ancaman militer yang dilakukan Trump terhadap negara lain. Usai diculik, Maduro dan istri Cilia Flores kini menghadapi tuntutan pidana di pengadilan federal, Manhattan, New York.
Mengutip Anadolu dari laporan New York Times, sekitar 80 orang tewas dalam serangan AS ke Caracas, Ibu Kota Venezuela. Trump dengan pede menegaskan keinginan AS atas negara Amerika Selatan itu untuk sementara waktu.
Sejak kembali menjabat, Trump sudah berulang kali mengeluarkan ancaman terhadap beberapa negara. Untuk Greenland, dia sesumbar karena AS memerlukan wilayah kepulauan itu demi keamanan nasional.
Tak lama setelah dilantik sebagai Presiden AS ke-47, Trump pernah mendorong kendali AS atas Greenland, wilayah Denmark yang berpemerintahan sendiri dan anggota NATO.
Pada Minggu, atau sehari operasi militer di Caracas, Trump Kembali mengulangi omongannya bahwa AS membutuhkan Greenland untuk alasan keamanan nasional. Dia berdalih bahwa di dekat wilayah itu sudah ada peningkatan kehadiran Rusia dan China di sekitar negara kepulauan itu.
Trump yang sudah bicara kepada wartawan di atas Air Force One, mengatakan Greenland sangat strategis. Menurut dia, Greenland saat ini dikelilingi oleh kapal-kapal Rusia dan China.
“Kita membutuhkan Greenland, dari sudut pandang keamanan nasional. Dan, Denmark tidak akan mampu melakukannya,” kata Trump, dikutip dari Anadolu, Senin, (6/1/2026).
Trump juga menyampaikan dengan kendali AS atas Greenland akan melayani kepentingan Barat yang lebih luas. Kata dia, Uni Eropa membutuhkan AS untuk memiliki Greendland dari sudut pandang keamanan.
Greenland merupakan pulau terbesar di dunia. Greenland sudah jadi wilayah otonom Denmark sejak 1979.
Merespons Trump, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mendesaknya untuk menghentikan ancaman. Dia menegaskan AS sama sekali tak punya hak untuk mencaplok Greendland.
“AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark,” tutur Mette Frederiksen.

